Miris, Rumah Janda Beranak Dua Ini Tidak Layak Huni

Rumah tidak layak huni di kampung Sawi, Desa Sampang Bitung, Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang, Banten

MITRAPOL.com, Pandeglang – Sungguh malang nasib seorang janda beranak dua, warga kampung Sawi, Desa Sampang Bitung Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang, Banten ini. Sebut saja namanya Sarkati seorang janda tua beranak dua yang tidak punya penghasilan tetap.

Untuk menghidupi kesehariannya, ia hanya mengandalkan pekerjaan sebagai kuli tidak tetap. Saat ini ia bersama dua anaknya tinggal di Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang terbuat dari kayu dan bambu.

Bacaan Lainnya

Pantauan Mitrapol Rabu (19/12/2018), kondisi rumah tersebut sungguh memprihatinkan. Kayunya sudah banyak yang lapuk. Dinding bilik serta atapnya pun sudah rusak dan berlubang. Alhasil, jika turun hujan penghuninya bakal kebocoran.

“Beginilah kondisi rumah saya sekedar untuk berteduh dari terik matahari dan hujan. Saya tidak mampu memperbaiki Rumah karena tidak ada biaya, jangankan untuk membangun rumah untuk makan sehari – hari saja sudah susah,” ungkap Sarkati dengan nada sedih.

Sementara Yeti Nurhayati selaku Camat Jiput merasa heran, lantaran dirinya mengaku sudah keliling ke tiap pelosok Desa di Kecamatan Jiput, tapi baru kali ini mendengar ada warganya yang tinggal di rumah tidak layak huni.

“Saya mendapatkan informasi dari wartawan bahwa ada warga yang memiliki rumah seperti itu, dan langsung saya cek secepatnya apa benar itu rumah tempat tinggal manusia apa bukan. Jika benar Saya akan bantu ajukan melalui BSPS, apalagi itu tanahnya milik sendiri akan segera dibantu, nanti saya ajukan agar segera memiliki rumah yang layak huni,” ujar Yeti.

Di tempat terpisah Kepala Desa Sampang Bitung Holil mengaku sudah pernah mengajukan ke dinas sosial pada tahun 2016 tapi belum ada tanggapan.

“Kalau mengenai tanah yang di tempati Sarkati memang itu miliknya sendiri dan bahkan sekarang sedang di urus melalui PTSL,” tutup Ade Mahroji. (Muklis/Hujaemi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.