Ini Tanggapan Komnas Perlindungan Anak Soal Kasus Habib Bahar

Habib Bahar bin Smith.

MITRAPOL.com, Jakarta – Polda Jawa Barat menahan Habib Bahar bin Smith, pemilik Pondok Pesantren Tajul Alawiyin di Kampung Kemang, Kabupaten Bogor yang diduga telah melakukan tindak pidana di muka umum, secara bersama-sama melakukan kekerasan dan penganiayaan terhadap MHU (17) dan ABG (18) yang dilakukan dilakukan 1 Desember 2018.

Habib Bahar sudah ditetapkan sebagai tersangka dan telah dilakukan penahanan di Mapolda Jawa Barat. Atas perbuatannya, Habib Bahar Bin Smith dapat dikenai pasal 80 undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak junto pasal 170 KUHP Pidana dengan ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun.

Bacaan Lainnya

Demikian disampaikan Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak di markasnya di Jalan TB Simatupang Jakarta Timur, Selasa 19 Desember 2018.

“Setelah melihat dan mempelajari video yang tersebar luas di masyarakat dan diterima juga di bagian pengaduan Komnas Perlindungan Anak, tindakan Habib Bahar adalah tindakan tidak terpuji dan sungguh tidak mencerminkan sebagai seorang Habib, teladan guru dan pendidik,” ujar Arist.

Dikabarkan, hingga hari ini salah satu korban masih terus mengeluarkan darah. Oleh sebab itu, apapun alasannya tindakan Habib Bahar merupakan tindakan kekerasan dan penganiayaan serta tindakan merampas kemerdekaan anak yang tidak patut dilakukan oleh seorang Habib.

“Oleh sebab itu, demi kepentingan terbaik anak Komnas Perlindungan Anak mendukung secara penuh proses penegakan hukum yang dilakukan Polda Jabar. Ttidak ada kata damai terhadap kekerasan,” tegas Arist.

Arist menambahkan, mengingat kondisi korban masih dalam keadaan trauma Komnas Perlindungan Anak segera bersama-sama dengan tim investigasi Komnas Perlindungan Anak Jawa Barat akan memberikan pendampingan hukum dan terapi psikososial kepada korban. (Irul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.