Jembatan Lahomi Ancam Keselamatan Warga, ke Mana Pemkab Nias Barat?

by -209 views
Kondisi jembatan kayu di sungai Lahomi, Kabupaten Nias Barat sangat memprihatinkan.

MITRAPOL.com, Nias Barat – Kondisi jembatan di sungai Lahomi yang menjadi penghubung jalan dari Simpang Lahomi kecamatan Sirombu menuju Onolimbu kecamatan Lahomi ibukota kabupaten Nias Barat sangat memprihatinkan.

Pantauan Mitrapol, Jumat (22/12/2018), bagian lantai jembatan yang materialnya terbuat dari kayu banyak yang sudah patah membuat lantai jembatan bolong-bolong. Posisi jembatan yang cukup tinggi dari atas permukaan sungai menimbulkan rasa takut bagi yang melintasinya. Ditambah lagi aktifitas warga yang bebas melakukan penambangan pasir dibawahnya sangat berpotensi merobohkan jembatan itu secara tiba-tiba.

Fenomena ini merupakan ancaman serius bagi masyarakat yang melintasinya secara khusus masyarakat Nias Barat baik pejalan terlebih kendaraan. Saat Mitrapol sedang melakukan pemotretan lantai jembatan tiba-tiba seorang ibu yang membawa kendaraan roda dua meminta pertolongan kepada Mitrapol karena takut melintasi jembatan itu namun terpaksa dia harus melintasinya sebab hanya jembatan itu yang jadi penghubung.

“Pak…tolong pak…aku takut….” teriaknya sambil memasang standart kendaraannya. Lalu sambil berpegangan pada tiang-tiang jembatan ibu itu berjalan melintasi jembatan. Mitrapol menghampirinya dan menolong ibu tersebut menyeberangkan kendaraannya. Diseberang jembatan ibu itu berkata “Terimakasih pak… terimakasih pak… aku sangat takut”, sambil berlalu merasa terbebas dari ancaman.

Wartawan Mitrapol berfoto dengan latar belakang jembatan Lahomi.

Jembatan Lahomi merupakan kebutuhan signifikan masyarakat Nias Barat sebab jalur itu merupakan jalur utama seluruh aktifitas masyarakatnya.

Namun sangat disayangkan, pemerintah daerah sepertinya menonton keadaan ini tanpa terlihat tanda-tanda keseriusan mengatasi masalah pelik ini.

Natal dan Tahun baru tinggal menghitung hari, betapa pentingnya jembatan itu bagi masyarakat Nias Barat. Siang dan malam masyarakat akan lalu lalang melintasinya.

Saat ini telah dapat dibayangkan dampak yang akan ditanggung masyarakat jika tiba-tiba jembatan itu roboh.
Berapa jumlah warga yang akan menjadi korban luka-luka berat dan ringan bahkan korban nyawa? Tidakkah terpikirkan kepada pemerintah daerah setempat lumpuhnya ekonomi masyarakat jika jembatan tersebut roboh?

Keadaan ini sangat menakutkan, miris dan harusnya pemimpin didaerah itu punya nyali untuk mengintervensi anggaran demi kenyamanan dan keamanan masyarakatnya? Bukankah visi misi pemimpinnya NIAS BARAT BERDAYA?

Usai mengambil data yang dibutuhkan, Mitrapol langsung menuju kantor dinas PUPR Kabupaten setempat guna mengkonfirmasi terkait jembatan Lahomi.

Mitrapol sangat terkejut sebab kepala dinas, sekretaris dan para kepala bidang dikantor itu tidak dapat ditemui karena masing-masing tidak terlihat diruang kerjanya. Padahal hari Jmat masih meruapkan hari kerja.

Lalu ke mana mereka? Bukankah disaat-saat akhir tahun seharusnya pejabat berada di kantornya karena sangat dibutuhkan terkait perampungan dokumen-dokumen dalam tiap item kegiatan OPD?. (Eman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *