Napi Perempuan Lapas Gunung Sugih Jadi Petugas Upacara Peringatan Hari Ibu ke-90

Upacara peringatan Hari Ibu ke-90 tahun 2018 di Lapas Gunung Sugih.

MITRAPOL.com, Gunung Sugih – Ada yang berbeda dalam upacara peringatan Hari Ibu ke-90 tahun 2018 di Lapas Gunung Sugih. Sebagai bentuk apresiasi kepada kaum perempuan maka Petugas Upacara (Perwira Upacara, Komandan Upacara, Ajudan Inspektur Upacara, Pembawa Acara, Pengibar Bendera, Pembaca Teks UUD 1945, Pembaca Sejarah Singkat Hari Ibu dan Pembaca Doa) adalah pegawai perempuan dan narapidana (Napi) perempuan yang ada di Lapas Gunung Sugih.

Menurut Kepala Lapas Gunung Sugih, Hal ini dilakukan mengingat keterbatasan jumlah pegawai perempuan yang tidak mencukupi.

Bacaan Lainnya

“Sebagai bentuk apresiasi kepada perempuan, maka petugas Upacara Hari Ibu tahun ini dipimpin oleh perempuan, namun dengan keterbatasan jumlah maka kami melatih napi perempuan untuk menjadi petugas pengibar bendera, pembaca teks UUD 1945 dan pembaca sejarah singkat Hari Ibu,” jelas Kepala Lapas Gunung Sugih, Syarpani saat menjadi Inspektur Upacara di Lapangan Mini Soccer Lapas, Sabtu, (22/12/12)

Syarpani menambahkan, dalam Peringatan hari Ibu diharapkan dapat membawa pengaruh positif bagi peningkatan kualitas hidup, pemenuhan hak dan kemajuan perempuan. Di lain sisi juga memberikan keyakinan yang besar bahwa perempuan apabila diberi peluang dan kesempatan mampu meningkatkan kualitas hidupnya serta mengembangkan segala potensi dan kemampuan yang dimilikinya.

“Peringatan Hari Ibu ini diharapkan dapat membawa pengaruh positif bagi napi Perempuan untuk diberi peluang dan kesempatan untuk meningkatkan kualitas hidupnya, dengan program-program pembinaan di Lapas Gunung Sugih dapat mengembangkan potensi dan kemampuan yang mereka miliki,” tutur Syarpani.

Upacara peringatan Hari Ibu berlangsung di Lapangan Mini Soccer Lapas Gunung Sugih.

Tema Peringatan Hari Ibu Ke-90 Tahun 2018 secara Nasional adalah “Bersama meningkatkan peran perempuan dan laki-laki dalam membangun ketahanan keluarga untuk kesejahteraan bangsa”.

Hakekat Peringatan Hari Ibu setiap tahunnya adalah mengingatkan seluruh rakyat Indonesia, terutama generasi muda akan arti dan makna Hari Ibu sebagai sebuah momentum kebangkitan bangsa, penggalangan rasa persatuan dan kesatuan serta gerak perjuangan kaum perempuan yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Sedangkan tujuan Peringatan Hari Ibu yaitu mendorong terwujudnya kesetaraan antara perempuan dan laki-laki dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. (Lami)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.