Redaksi MITRAPOL Salurkan Bantuan untuk Warga Korban Tsunami di Pandeglang

Tim redaksi MITRAPOL.com berangkat menuju Pandeglang, Banten guna memberikan bantuan berupa pakaian dan makanan.

MITRAPOL.com, Jakarta – Bencana alam berupa tsunami yang menerjang wilayah pesisir pantai di Provinsi Banten mendapat perhatian luas dari berbagai elemen masyarakat. Perhatian sekaligus bantuan salah satunya datang dari kalangan media.

Pada Senin (24/12/2018) rombongan tim redaksi MITRAPOL.com berangkat menuju Pandeglang, Banten guna memberikan bantuan berupa pakaian dan makanan. Rombongan yang dipimpin Dadang Rahmat selaku Pemimpin Redaksi MITRAPOL.com berangkat dari kantor redaksi MITRAPOL di Ruko Pelangi Blok I/33 Taman Palem Lestari,Cengkareng, Jakarta Barat.

Bacaan Lainnya

Selanjutnya bantuan yang diangkut dengan dua mobil minibus itu diserahkan kepada sejumlah warga Pandeglang yang menjadi korban bencana.

“Bantuan ini sebagai bentuk keprihatinan kami dari kalangan jurnalis kepada para warga yang menjadi korban bencana. Kami dari jajaran redaksi Mitrapol juga turut berbelasungkawa atas banyaknya korban jiwa dalam musibah ini,” ujar Dadang Rahmat.

Bantuan berupa pakaian dan makanan diberikan kepada warga korban tsunami di Pandeglang, Banten.

Sebelumnya diberitakan, ribuan warga pesisir Pantai Pandeglang, Banten, mengungsi akibat diterjang gelombang pasang setinggi lima meter hingga merobohkan tempat tinggal mereka. Kebanyakn mereka mengungsi ke masjid, sekolah, perkantoran, terminal dan lokasi yang dianggap aman.

Sementara itu, penanganan darurat terus dilakukan di daerah yang terdampak tsunami di Selat Sunda. Prioritas penanganan darurat saat ini adalah koordinasi, evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban, pelayanan kesehatan, penanganan pengungsi, perbaikan darurat sarana prasarana yang rusak.

Data sementara yang berhasil dihimpun Posko Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Senin (24/12/2018) pukul 07.00 WIB, tercatat 281 orang meninggal dunia, 1.016 orang luka-luka, 57 orang hilang dan 11.687 orang mengungsi. Kerusakan fisik meliputi 611 unit rumah rusak, 69 unit hotel-vila rusak, 60 warung-toko rusak, dan 420 perahu-kapal rusak.

Korban dan kerusakan ini terdapat di 5 kabupaten terdampak yaitu Pandeglang, Serang, Lampung Selatan, Tanggamus dan Pesawaran. Jadi wilayah di Provinsi Banten dan Lampung yang berada di Selat Sunda. Daerah pesisir di Kabupaten Pandeglang adalah daerah yang paling banyak jumlah korban dan kerusakannya dibandingkan daerah lain.

“Kemungkinan data korban dan kerusakan masih akan bertambah mengingat belum semua berhasil didata. Pendataan masih terus dilakukan oleh petugas,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Senin (24/12/2018).

Dari 281 orang meninggal dunia, 1.016 orang luka-luka, 57 orang hilang tersebar di 5 kabupaten terdampak. Di Kabupaten Pandeglang tercatat korban 207 orang meninggal dunia, 755 orang luka-luka, 7 orang hilang, dan 11.453 orang mengungsi. Kerusakan fisik meliputi 611 unit rumah rusak, 69 hotel dan vila rusak, 60 warung makan dan toko rusak, 350 perahu/kapal rusak, dan 71 unit kendaraan rusak. (Shem/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.