Kasus Prostitusi Online Coreng Nama Baik Kota Metro Lampung

  • Whatsapp
Kasat Reskrim Polres Metro Lampung AKP Try Maradona,S.IK bersama tersangka mucikari dan germo saat konfrensi pers, Selasa (25/12/2018). (Foto: Muktaridi).

MITRAPOL.com, Metro Lampung – Kota Metro Provinsi Lampung sebagai Kota Pendidikan tercoreng oleh segelintir orang dalam jaringan kasus esek – esek. Terbukti temuan penangkapan serta pengungkapan kasus prostitusi online oleh

Satreskrim Polres Metro Lampung membeberkan kronologis kasus tindak pidana penjualan orang (TPPO)/prostistusi online. Berdasarkan bukti dan temuan petugas, jaringan prostitusi online ini dimotori oleh 2 tersangka mucikari atau germo dalam melakukan transaksi.

Bacaan Lainnya

Kedua tersangka adalah warga Punggur Lampung Tengah ini sengaja kost di Kota Metro untuk menjaring lelaki hidung belang,Bahkan sesuai keterangan tersangka diduga ada oknum pejabat Kabupaten Mesuji yang pernah order memesan wanita kepada mereka.

“Kami Tim Satreskrim Polres Metro Lampung telah berhasil menangkap 2 pelaku germo atau mucikari berinisial H, L kasus prostitusi Online. Modus operandi tim melakukan pemesanan minggu tanggal 23/12/18 pukul 15.30 wib disalah satu Hotel daerah Ganjar Asri Metro Barat,” jelas Kasatreskrim Polres Metro AKP Try Maradona mewakili Kapolres AKBP Ganda MH Saragih,S.IK saat memberikan keterangan di ruang Satreskrim Mapolres Metro, Selasa (25/12/18).

Kasatreskrim menambahkan, jajarannya juga berhasil mengamankan barang bukti uang tunai Rp.600.000 dan handphone yang berisi percapakan transaksi seks.

Kedua tersangka warga punggur Lampung Tengah yang sengaja kost di Kota Metro Lampung didalam mencari lelaki hidung belang. Pelaku juga menshare foto wanita dan tarif kisaran 500 ribu hingga 1 juta.

“Tersangka menjalani bisnis ini sudah 6 bulan dan mendapat keuntungan 100 ribu hingga 200 ribu perorang. Parahnya selain biduan ada juga mahasiswi yang masih aktif disalah satu Universitas di Kota Metro dan semuanya berjumlah 40 orang wanita. Lokasi tempat prostitusi di hotel, rumah kost di Kota Metro dan wilayah Lampung Tengah. Tersangka kita jerat pasal ancaman minimal 3 tahun maksimal 15 tahun penjara,” bebernya.

Kasat Reskrim Polres Metro Lampung AKP Try Maradona,S.IK. (Foto: Muktaridi).

Lanjut Kasatreskrim, kasus ini telah mencoreng nama baik Kota Metro. ” Ini sebagian kecil yang berhasil kita ungkap oleh Unit PPA Polres Metro Lampung mudah mudahan kedepan kita bisa ungkap jaringan yang lebih besar lagi. Mengingat Kota Metro adalah Kota Pelajar dan Kota Pendidikan dan sangat mencoreng nama baik Kota Metro yang memiliki segudang prestasi,” jelasnya.

Sementara itu, berdasarkan penuturan tersangka, di duga ada oknum pejabat Kabupaten Mesuji yang pernah memboking salah satu wanita jualannya. Terkait alasan pelaku nekat menjadi mucikari, keduanya mengaku karena kebutuhan ekonomi.

“Kami tidak ada pekerjaan dan kebutuhan ekonomi, akhirnya melakukan ini,” akunya. (Muktaridi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *