Kepala Sekolah Beserta Guru SMKN I Pagar Dewa Lambar Musuhi Siswa

MITRAPOL.com, Lampung Barat – Guru adalah contoh untuk diteladani, baik akhlak dan perilakunya, karena guru adalah seorang pendidik, untuk memberikan ilmu yang baik bagi para siswanya, baik ilmu dunia juga akhirat.

Setiap kata dari guru harusnya bisa dijadikan contoh yang baik dan berperilaku bijak. Tapi lain hal dengan oknum guru di SMKN I Kecamatan Pagar Dewa, Kabupaten Lampung Barat, menurut keterangan dari beberapa siswanya mengatakan, kata-kata “setan” dan selalu menantang wali murid sering diucapkan oleh oknum Guru Tata Usaha (TU).

Siswa/siswi sering kali mengadukannya kepada guru lain atas perilaku oknum tersebut, tapi tidak pernah ada tanggapan.

Rabu 12 Desember 2018 terjadi perselisihan antara oknum guru dengan siswa kelas 3 berinisial IG, permasalahan parkir motor, oknum guru tadi menarik kerah leher baju siswa sejauh lima meter, atas kejadian itu yang disalahkan siswa.

Sementara ketika sang oknum guru mengatakan anak setan kepada siswa bahkan nantang wali murid untuk berkelahi, perilaku guru tersebut tidak pernah dipermasalahkan.

Wali murid IG, Ulung saat dikonfirmasi terkait apa yang dikatakan oleh kepala sekolah tentang sikap putranya, apakah pernah mendapatkan surat panggilan dari sekolah bahwa putranya dikatakan nakal disekolah, wali murid tidak pernah menerima surat panggilan dari sekolah.

Ulung sebagai wali murid, sangat kecewa dengan sikap guru dan juga keterangan dari kepala sekolah yang mengatakan bahwa guru tidak mau memberi nilai kepada IG.

Ditempat terpisah, Kepala Sekolah SMKN I Pagar Dewa membenarkan jika oknum guru TU tersebut sering mengatakan setan dan menantang wali murid, sang kepala sekolah mengatakan juga bahwa benar seluruh guru tidak mau memberi nilai terhadap IG dan bahkan lapornya ditahan.

Menurut Kepala Sekolah apa yang telah dilakukan oknum guru tersebut itu benar, tidak salah.

Untuk itu Ulung meminta keadilan kepada Dinas terkait tentang tindakan Kepsek dan guru SMKN I Kecamatan Pagar Dewa, kabupaten Lampung Barat.

“Saya masyarakat kecil yang tak tahu hukum, saya hanya mohon keadilan kepada Pemerintah Kabupaten Labar baik Bupati atau kepada Dinas pendidikan Provinsi Lampung juga kepada Gubernur” ucapnya.

 

Wawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.