Kapolda Papua Barat Akan Tingkatkan Program Anak Asuh Putra Daerah

Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Rudolf Albert Rodja.

MITRAPOL.com, Manokwari – Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat akan meningkatkan program anak asuh bagi putra daerah asli Papua untuk meningkatkan peluang bagi mereka lulus pada perekrutan anggota Polri tahun 2019.

Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Rudolf Albert Rodja mengatakan, seperti halnya tahun lalu pada 2019 para Kapolres dan Pejabat Utama akan diberi tanggung jawab untuk mengangkat anak asuh.

Bacaan Lainnya

“Khusus untuk para Kapolres saya beri tanggung jawab untuk mengasuh 10 orang. Kita berharap jumlah putra-putri asli Papua yang lulus seleksi tahun ini meningkat dari tahun lalu,” kata Kapolda Papua barat di Manokwari, Rabu (02/01/2018).

Menurutnya, program anak asuh terbukti mampu mendongkrak jumlah kelulusan putra daerah pada seleksi penerimaan anggota Polri. Selama menjadi anak asuh, putra-putri Papua menjalani serangkaian latihan sebelum mengikuti seleksi.

Sebagai persiapan menuju seleksi perekrutan anggota Polri tahun 2019, saat ini jumlah anak asuh di seluruh jajaran Polda Papua Barat sudah sebanyak 336 orang. Diharapkan mereka dapat bertahan hingga seleksi berlangsung.

“Kendalanya selama ini, begitu mereka kita angkat sebagai anak asuh, di tengah perjalanan mereka mengundurkan diri. Mudah-mudahan yang sudah ada bertahan sempai seleksi dibuka,” kata Rudolf.

Kapolda Papua Barat mengemukan, putra-putri Papua terutama di daerah terdepan terpencil dan tertinggal (3T) membutuhkan pembinaan. Rodja pun berharap, para orang tua, pemerintah dan Majelis Rakyat Papua (MRP) turut menyiapkan putra-putri Papua agar dapat berkarir sebagai anggota Polri.

“Kita harus siapkan baik untuk Akpol, Tamtama maupun Bintara. Syarat untuk menjadi anggota Polri itu cukup berat, kalau anak-anak kita siapkan sejak dini mudah-mudahan potensi mereka besar untuk lulus seluruh tes,” katanya lagi.

Ia mengemukakan, kelulusan setiap peserta seleksi tidak boleh dipaksakan, karena hal itu akan berdampak buruk saat yang bersangkutan sudah menjadi anggota Polri.

“Ada banyak anggota Polri diberhentikan tidak dengan hormat karena pelanggaran diserse. Kami tidak mau anak-anak Papua Barat seperti itu, mereka harus memiliki nilai cukup dalam setiap seleksi,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.