Nunukan Teras Bangsa Yang Menjadi Jalur Narkotika

oleh -97 views
Kasat Reskoba Polres Nunukan AKP Hasan Setiabudi

MITRAPOL.com, Nunukan Kaltara – Kabupaten Nunukan akrab disapa sebagai jalur peredaran narkotika, melalui Nunukan narkoba banyak masuk, luasnya wilayah dengan banyaknya titik masuk, serta jumlah personel yang sangat terbatas merupakan beberapa hambatan bagi pihak petugas dalam mencegah masuknya narkoba ke Nunukan.

Berikut wawancara Yusup Palimbongan reporter mitrapol.com dengan Kasat Reskoba Polres Nunukan AKP Hasan Setiabudi tentang penanganan masalah Narkoba di Sebatik sebagai Teras Bangsa Indonesia. Rabu (2/1/19).

 

mitrapol.com : Mengapa dilakukan Pemusnahan Narkotika ?

Kasat Reskoba : Pemusnahan narkotika beberapa hari yang lalu semua itu sudah disahkan untuk pemeriksaan dan sudah mendapatkan penetapan dari kejaksaan untuk dimusnakan, dengan total kurang lebih 9 kilogram dan para tersangka sebanyak 25 orang sudah ditahan di Lembaga Pemasyarakata Lapas Tanjung Harapan Nunukan.

 

mitrapol.com : Berapa banyak kasus tindak pidana narkotika sejak januari hingga desember ?

Kasat Reskoba : Sejak Januari S/d Desember 2018 sebanyak 120 perkara itu baru P21 sementara yang masih dalam tahap pemeriksaan sebanyak 35 laporan, dalam waktu dekat kita akan limpahkan ke Kejaksaan.

Yusup Palimbongan reporter mitrapol.com dengan Kasat Reskoba Polres Nunukan AKP Hasan Setiabudi

mitrapol.com : Berapa lama tersangka di tahan di Polres Nunukan ?

Kasat Reskoba : Paling singkat 20 sampai 60 hari sesuai masa tenggang waktu yang telah ditentukan, apabila fakta pendukungnya tidak memenuhi unsure, maka tersangka kita bebaskan .

 

mitrapol.com : Langka-langka apa yang dilakukan untuk mengurangi peredaran narkotik khususnya di Sebatik ?

Kasat Reskoba : Kita lakukan kerjasama dengan masyarakat dan juga terus-menerus kita lakukan operasi, dalam rangka pencegahan, kita lakukan sosialisasi agar masyarakat tidak segan-segan memberikan informasi kepada pihak Kepollisian apabila ada hal-hal yang mencurigakan tantang narkotika.

 

mitrapol.com : Apakah diperbatasab sering dilakukan razia ?

Kasat Reskoba : Sering kali kita lakukan razia di daerah Sei Taiwan Sebatik yang diduga rawan pengunaan narkotika, begitu juga daerah Sei Ular, sebagai pintu masuk narkoba dan kalau ada informasi yang actual, kita langsung lakukan penangkapan.

 

mitrapol.com : Apa komitmen Kasat Reskoba dalam pemberantasan narkotika?.

Kasat Reskoba : Pemberantasan narkotika tidak cukup kalau hanya aparat saja dan rata-rata yang kita tangkap adalah orang-orang yang berpendidikan rendah dan tidak mengerti hukum juga tidak sedikit anak-anak dibawah umur yang kita amankan, karena tidak mengerti apa-apa semua itu dia lakukan dengan alasan karena kebutuhan kehidupan.

 

mitrapol.com : Apakah target penangkapan hanya menangkap narkoba dengan skala besar saja?

Kasat Reskoba : Tidak ada target, kita sapurata, baik sekala besar maupun skala kecil, baik Bandar, kurir maupun pemakai, kita tidak peduli, nanti diberita acara pemeriksaan baru kita tau apakah itu bandar atau kurir ataukah pengisap kita tetap gulung tidak ada perbedaan dalam pemberantasan tindak pidana narkotika.

 

mitrapol.com : Apakah ada kendala dalam menindak tegas masuknya Narkoba dari negara tetangga ?

Kasat Reskoba : kita seringkali mengungkap jaringan narkoba yang berasal dari Malaysia, namun untuk mengejar ke negara Malaysia tidak semudah apa yang kita bayangkan, tapi kalau sudah masuk ke Indonesia, kemanapun kita kejar, seperti bulan lalu, jaringan sindikat dari Malaysia masuk Indonesia, kita buru, kita tangkap di Pare-pare 3 orang pelaku, di Sindrap kita tangkap 2 orang dan terakhir kita tangkap seorang bandar Narkoba dari Malaysia yang menuju Makassar dengan menggunakan pesawat, kita buntuti mulai dari sungai Nyamuk menuju Tarakan dari Tarakan kita buntuti terus sampai Makassar, di Bandara Hasanuddi baru kita tangkap.

 

mitrapol.com : Apakah bandar dan jaringan dari Sulawesi yang ditangkap, proses hukumnya di Sulawesi atau di Nunukan?

Kasat Reskoba : Semua tersangka yang kita tangkap di Sulawesi, baik di Pare-pare, di Sidrap maupun di Makassar semuanya harus dibawa ke Kaltara, karena kita bersama tim Reskoba Polda, jadi semua tersangka kita serahkan ke Polda Kaltara.

 

mitrapol.com : Semua barang bukti sabu-sabu hasil tangkapan dimusnakan, bagaimana pembuktian dipersidangan?

Kasat Reskoba : tidak semua barang bukti dimusnakan, kita sudah titipkan dipenuntut, makanya barang bukti sabu yang dimusnakan ada penetapan dari kejaksaan .

 

mitrapol.com : Seringkali Kapolres saat Press Releace bahwa hampir bandarnya sudah dipenjara dan dia mengendalikan apakah pihak penyidik dan penuntut menghadirkan saksi orang yang ada didalam Penjara?

Kasat Reskoba : terpidana yang ada didalam Lapas kita datangi dan kita buat Berita Acara Pemeriksaan (BAP) namun yang sudah dijatuhi hukuman, Lapas punya prosedur sendiri, birokrasi pemerintah bukan mempersulit, tapi memikirkan dari segi keamanan si tersangka lari atau sakit, tapi kalau di Lapas Nunukan bisa saja, cumah kalau di Sulawesi atau Palu tidak bisa kita hadirkan.

 

mitrapol.com : mengapa Reskoba Polda masuk nunukan untuk melakukan operasi di wilayah hukum Polres Nunukan apakah Reskoba di Nunukan tidak dipercaya, bagaimana aturan mainya ?

Kasat Reskoba : Kehadiran Reskoba Polda Kaltara di Nunukan, karena kita kerja sama dan sama-sama melakukan operasi narkoba, operasinya harus bersifat rahasia, katakanlah kalau ada informasi itu segera oleh satuan tim ketika berhasil baru kita lakukan pengembangan secara bersama-sama dan emang kalau hanya Reskoba Nunukan tidak bisa melakukan penangkapan narkoba sendiri, kami butuh Direktorat karena disana Markas Besar kami divisi narkobanya berada, kami disini sifatnya kordinasi dan komunikasi dengan mereka para personil dari Polda Kaltara.

 

Yusuf Palimbongan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *