Soal Proyek Jalan di Kepulauan Seribu, Ini Klarifikasi Dewan Kabupaten

Proyek pembangunan jalan paving block di kepulauan seribu.

MITRAPOL.com, Kep. Seribu – Dewan Kabupaten Pulau Seribu, Kepulauan Seribu melakukan klarifikasi terkait Penyerapan anggaran pada 2018 proyek pembangunan jalan paving block di Kepulauan Seribu Utara yang terdiri dari Pulau Panggang, Pramuka, Harapan dan Kelapa Dua dengan anggaran sekitar Rp 6 Milyar.

Menurut Dewan Kabupaten Kep. Seribu, Rojali membantah jika anggaran tersebut tidak terserap secara maksimal.

Bacaan Lainnya

“Itu sudah maksimal secara teknis serta penerapan. Proyek Pekerjaan Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Pada Wilayah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara yang di lelang oleh dinas terkait dan gelontorkan dana melalui kecamatan pulau seribu Utara sudah memenuhi syarat, serta kesepakatan bersama antara instansi pemerintah dan pihak swasta pemenang lelang,” ujar Rojali saat ditemui Mitrapol di Kantor Mitra Praja, Jumat (04/01/2019).

Dijelaskannya, lokasi pengerjaan paving block yang  berada di Pulau Pramuka, Panggang dan Kelapa dua dengan Nomor Kontrak : 1021/-077.921, (Sudah termasuk PPN) Tanggal 15 Agustus 2018. Dengan Nilai Rp. 6.205.000.000,00 ( Enam milyar dua ratus lima juta rupiah) waktu pelaksana 120 hari kalender (15 Agustus 2018 s/d 15 Desember 2018), Kontraktor Pelaksana  PT. NSJ, Konsultan pengawas PT. BM. sudah selesai.

Lanjut Rojali, PT.NSJ kurang maksimal bekerja berdasarkan kwalitas. Salah satunya kwalitas beton jepit tinggi kali lebar 10 Cm x 25 cm K 250 yang kurang maksimal karena penyesuaian dilapangan serta batu urug dengan ketebalan sekitar 10 Cm dan pasir 5 Cm dengan penyesuaian yang sama, Karena lokasi medan yang memang tidak sama dengan daratan karena dataran pulau itu tanah tidak sama jadi disesuaikan dengan kondisi lapangan.

Rojali, Dewan Kabupaten Pulau Seribu, Kepulauan Seribu.

Sementara itu, Toto Bondan sebagai Camat Kepulauan Seribu Utara yang juga PPK (Pejabat Pembuat Komitment) dan PPTK (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan) mengambil langkah tepat yang berpotensi merugikan negara dengan nilai persentasi sesuai di lapangan.

“Pekerjaan tersebut hanya 84 % yang kami bayar sesuai kontrak  terpasang. Karena kurang maksimalnya  beton jepit dan pasir urugan, itulah yang menjadi alasan. Kita kurangi nilai urukan dan beton jepit (hanya sesuai dengan hasil uji lab) dan anggaran yang tidak terserap secara maksimal kita kembalikan, dan pihak swasta pun menerima karna memang sudah sepakat dalam hal pekerjaan, dan tidak merasa dirugikan,” ujar Toto Bondan saat dihubungi melalui telepon.

Dewan kabupaten Pulau seribu juga menambahkan, proyek Pavng block yang dikerjakan oleh  PT.SNJ konsultan pengawas PT.BM di wilayah Kep.Seribu Utara benar adanya.

“Saya menanyakan langsung kepada Camat Kep.Seribu Utara Bapak Toto Bondan, pekerjaan yang dibayar sesuai dengan bobot pekerjaan yang dilaksanakan sebesar 84 % sesuai kontrak yang terpasang,” jelas Rojali. (Shem)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.