Wajib Hukumnya Apel Pagi Sore Untuk PPSU

by -75 views
Sejumlah PPSU saat mengikuti apel pagi di halaman kantor Kelurahan Angke, Jumat (4/1)

MITRAPOL.com, Jakarta – Petugas Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Angke seperti biasa melakukan apel pagi dan sore setiap hari. Hal tersebut terlihat pada apel pagi di halaman kantor Kelurahan Angke, yang dipimpin Lurah Angke, M. Dirhamsyah, Jumat (4/1)

Dalam arahannya Dirham mengatakan, dimusim penghujan ini agar para PPSU selalu sigap melayani masyarakat dalam mengantisipasi banjir atau genangan. Ia meminta PPSU untuk senantiasa melakukan pengecekan terhadap saluran air.

“Saluran-saluran air, got, genangan air, tolong dipantau,” katanya singkat.

Untuk mendorong kinerja PPSU terkait musim penghujan, salah satunya adalah kedisplinan, terutama apel pagi dan sore. Karena di moment tersebut, sebagai tempat penyampaian permasalahan dan untuk mengontrol anak buah agar selalu siaga melayani masyarakat dari sisi sarana dan prasarana di wilayah Kelurahan Angke.

“Apel pagi dan sore harus dilaksanakan setiap hari, wajib hukumnya,” ucapnya kepada awak mitrapol, usai memimpin apel pagi dengan PPSU.

Ditegaskan Dirham, apabila ada PPSU yang melanggar aturan dan kinerjanya tidak bagus akan diberikan sangsi tegas.

“Kita beri Surat Peringatan sampai tiga kali, masih tetap melanggar, terpaksa kita ganti dengan orang lain yang lebih disiplin dan mau bekerja,” tegasnya.

Ia menjelaskan, selain menjalankan tugas pokok dan fungsinya, PPSU juga menjalankan program Bank sampah, yang dibentuk di Kelurahan dan di beberapa Rukun Warga (RW), dengan dibekali pengetahuan untuk menindak lanjutinya.

“Untuk memanfaatkan sampah-sampah yang berguna, dan juga untuk penambahan ekonomi mereka. Sebagian disisihkan untuk uang kas,” jelas Dirham.

Saat disinggung apakah akan ada penambahan PPSU di wilayahnya, ia mengatakan usulan penambahan untuk PPSU sudah diajukan, karena melihat luas wilayah Angke dengan kepadatan penduduknya, serta ramainya pengunjung RPTRA Kalijodo pada hari Sabtu dan Minggu.

“Sudah diusulkan, tapi belum ada jawaban,” ujarnya.

“Di tahun 2019, harus ada perubahan, baik perubahan spiritual, pembangunan, permasalahan-permasalahan terkait sarana dan prasarana agar tertata rapi, bangunan liar yang masih ada juga akan ditertibkan,” lanjutnya menutup pembicaraan.

 

 

Madalin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *