Warga Kabupaten Lebak Diminta Waspadai Bencana Longsor

oleh -40 views
Ilustrasi tebing longsor

MITRAPOL.com, Lebak – Masyarakat di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten diminta agar mewaspadai bencana longsor khususnya di permukiman yang lokasinya di pegunungan.

Kewaspadaan warga akan bencana alam tersebut, sanagt penting karena wilayah Kabupaten Lebak masuk kategori daerah rawan longsor mengingat lokasinya berada di perbukitan, pegunungan dan daerah aliran sungai. Hal itu seperti disampaikan pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

“Kita berharap warga meningkatkan waspada longsor sehubungan memasuki musim hujan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak Kaprawi di Lebak, Sabtu (05/01/2019).

Bahkan, kata dia, masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana longsor mencapai ribuan kepala keluarga.

Karena itu, BPBD meminta warga yang tinggal di daerah rawan longsor agar meningkatkan kewaspadaan terutama jika curah hujan tinggi.

“Kami dua hari lalu menerima laporan tiga rumah warga Cijengkol, Kecamatan Cilograng mengalami kerusakan akibat diterjang longsoran tanah, namun tidak menimbulkan korban jiwa,” katanya.

Kaprawi menjelaskan, saat ini, daerah yang masuk kategori rawan longsor tercatat 15 kecamatan, yakni Kecamatan Lebak Gedong, Cibeber, Cipanas, Cilograng, Muncang, Sobang, Gunungkencana, Bojongmanik, Cimarga, Panggarangan, Cihara, Bayah, Cikulur, Rangkasbitung dan Cigemblong, sebab, di daerah itu tofografinya perbukitan, pegunungan dan aliran sungai.

Biasanya, kata dia, bencana longsor terjadi karena curah hujan tinggi yang mengakibatkan adanya pergerakan tanah, terutama dataran tinggi maupun pegunungan.

Selain itu, kata dia, daerah aliran sungai (DAS) berpotensi longsor jika terjadi luapan air. “Kami minta warga waspada jika hujan tinggi karena khawatir terjadi longsor,” katanya.

Sementara itu, sejumlah warga di Kecamatan Muncang mengaku bahwa masyarakat saat ini melakukan pengamanan swadaya sehubungan curah hujan tinggi.

Pengamanan itu guna mengurangi risiko kebencanaan agar tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan material bangunan cukup besar,” katanya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *