Informasi Akan Terjadi Tsunami di Gunungsitoli Bikin Panik Masyarakat

  • Whatsapp
Seorang warga berfoto untuk membuktikan tidak terjadi tsunami.

MITRAPOL.com, Gunungsitoli – Tidak sedikit masyarakat mengalami kepanikan dan mengungsi karena adanya informasi menyesatkan tentang akan terjadi tsunami diwilayah Kota Gunungsitoli pagi ini.

Informasi tersebut langsung direspon Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika kelas III Gunungsitoli melalui press relis Nomor : GF.301/019/KGSI/I/2019 tanggal 10 Januari 2019 yang ditandatangani Kepala Stasiun Geofisika Gunungsitoli Dmati Cipto Kuncoro, S.Si.

Muat Lebih

Dalam pernyataan yang dikeluarkannya bahwa sehubungan dengan adanya berita yang meresahkan masyarakat, yaitu adanya info akan terjadinya pasang surut permukaan air laut yang terjadi diperairan Sibolga dan berdampak terjadinya tsunami di Kepulauan Nias dan sekitarnya, “berita tersebut tidak benar dan BMKG Sibolga tidak mengeluarkan pernyataan tersebut”.

Dmati Cipto Kuncoro, S.Si Kepala Stasiun Geofisika Gunungsitoli menegaskan bahwa berita itu tidak benar dan BMKG tidak pernah membuat berita tersebut, isu tersebut membohongi masyarakat karena tidak punya dasar ilmiah yang ada, dikatakannya bahwa fenomena pasang surut yang terjadi disebabkan oleh gaya tarik bulan dan matahari, jarak bulan pada saat ini akan mendekat titik terdekatnya dengan bumi pada tanggal 20 januari 2019, sedangkan jarak matahari ke bumi saat ini pada titik terdekatnya pada tanggal 03 januari 2019.

“Perlu diketahui bahwa sampai saat ini Gempabumi Tektonik belum dapat diprediksi secara ilmiah dengan baik, dan BMKG Stasiun Geofisika Gunungsitoli akan terus berkoordinasi dengan BPBD dan pemerintah setempat untuk menenangkan warga”.

Sowa’a Laoli, SE,.MM Wakil Walikota Gunungsitoli menanggapi terkait adanya informasi yang meresahkan tersebut melalui akun facebooknya sekitar pukul 06:33 wib pagi tadi berusaha menenangkan masyarakat dengan imbauan untuk tidak panik.

“Jangan terprovokasi isu yang membuat panik, sampai sekarang BMKG belum mengeluarkan peringatan gempa ataupun tsunami, jangan meninggalkan rumah terlalu lama karena maling bisa memanfaatkan suasana ini, semua kembali kerumah dan selamat beraktifitas,” tandasnya.

Epianus Harefa alias Ama Celin Warga Masyarakat Desa Hilimbowo Olora yang tinggal di pesisir sekitar dekat pantai Olora melalui telepon selulernya kepada MITRAPOL.com mengakui bahwa setelah mendengar informasi tersebut dari masyarakat sekitar, sangat panik dan resah sehingga mengungsi ke dataran yang lebih tinggi di wilayah Desa Bawodesolo sekitar pukul 04:00 tadi pagi dan baru pulang kerumah setelah mengikuti informasi melalui penjelasan sejumlah yang berkompeten melalui media sosial.

Di wilayah Afia, teluk belukar Kecamatan Gunungsitoli Utara dan sekitarnya salah seorang warga masyarakat yang berada di sekitar wilayah Tambalou Sumardin Ziliwu ketika dikonfirmasi kepadanya tentang situasi di daerahnya mengatakan, bahwa tidak sedikit masyarakat yang mengungsi dengan memnawa sejumlah perlengkapan seperti barang-barang dapur “Kompor Gas”, periut, tikar, tas dan sejumlah perlengkapan penting lainnya.

“Setelah terima informasi tersebut langsung memantau situasi kebenaran apakah adanya laut surut disekitar Pantai Carlita, setelah dibuktikan dengan turun lapangan ternyata informasi tersebut bohong dan tidak benar, makanya masyarakat jangan panik,” katanya mengakhiri. (TonazaroH)

 

 

 

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *