Keberadaan Minimarket Dituding Sebagai Penyebab Kerap Terjadinya Lakalantas

oleh -588 views
Minimarket yang berlokasi di Simpang empat dituding sebagai penyebab sering terjadinya lakalantas. (Foto: Muktaridi).

MITRAPOL.com, Metro Lampung – Semakin menjamurnya minimarket di Kota Metro Lampung selain memberikan dampak positif tetapi juga menimbulkan dampak negatif terhadap usaha kecil masyarakat. Alhasil, sejumlah keluhan pun datang dari masyarakat di sekitar.

Berdasarkan penelusuran wartawan Mitrapol, Kamis (10/01/2019), di Kelurahan Ganjar Agung terdapat minimarket yang berdiri di lokasi. Minimarket itu berdiri sejak tahun 2016 dengan sistem sewa kontrak, namun sumbangsih terhadap warga sekitar khususnya RT 29 tidak pernah ada.

“Saya menjadi RT disini belum lama baru 1 tahun yang menjabat dulu pak Jumingan sekarang menjadi RW, tetapi saya dengar dulu pendirian 2 minimarket Alfamart dan Indomart itu tidak melalui musyawarah,” ujar Ketua RT 29 Kel. Ganjar Agung, Metro Barat, Harno menyampaikan kepada wartawan Mitrapol.

Ketua RT 29 Kel. Ganjar Agung, Metro Barat, Harno

Menurut Harno, ternyata perangkat desa tidak difungsikan dalam pembangunan minimarket.

“Kami melihat sudah ada surat persetujuan tanda tangan diatas kertas 60 warga sekitar. Pernah kami sangat kecewa mengajukan proposal HUT RI mengadakan wayang kulit budget 48 juta hanya diberi 50 ribu dan kami tolak. Artinya warga di sini mampu jika memberikan sumbangan senilai itu,” jelas Harno.

Hal senada diungkapkan ketua FKM (Forum Komunikasi Masyarakat) Kel. Ganjar Agung, Sukandar. Menurutnya di lokasi minimarket kerap terjadi kecelakaan lalu lintas akibat posisi minimarket yang berada di pinggir jalan.

“Pernyataan sikap kami tentang keberadaan 2 minimarket itu sudah kami sampaikan ke Walikota dan kemarin sudah dilakukan pertemuan bersama di OR dihadiri Kapolsek dan perwakilan minimarket hasilnya masih menunggu. Permasalahan utama yaitu di lokasi itu sering sekali terjadinya lakalantas dan kami mohon ada solusinya,” ucap Sukandar.

Dalam hal ini pemerintah bersama Satker terkait hendaknya mengeluarkan perizinan mendirikan bangunan harus lebih jeli dan turun ke lapangan melihat titik lokasi mana yang tepat agar tidak merugikan warga sekitar. (Muktaridi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *