Lokalisasi Wanita Harapan Sadar Ditutup, Puluhan PSK Dipulangkan ke Daerah Asal

oleh -76 views
Pemkab Nunukan akan memulangkan para PSK ke daerah asal yang mayoritas dari Jawa Timur.

MITRAPOL.com, Nunukan – Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid SE,MM melalui Dinas Sosial setempat akhirnya menutup tempat prostitusi di Lokalisasi Wanita Harapan Sadar.

Penutupan temapt maksiat itu sesuai dengan SK Bupati No: 188-45/55/2018 tentang Pembentukan tim terpadu penutupan Aktivitas Prostitusi Pelacuran di Lokalisasi Wanita harapan Sadar, di Nunukan Tengah, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara.

Loading...

Dengan ditutupnya lokalisasi terbesar di Nunukan yang mulai beroperasi sejak tahun 1992 itu, diharapkan wilayah Nunukan bisa menjadi daerah yang lebih aman, damai dan jauh dari perbuatan maksiat.

“Prostitusi merupakan tindakan yang bertentangan peraturan perundang undangan dan juga bertentangan dengan ajaran agama apapun dan dikatakan perbuatan amoral,” kata Sekda Kabupaten Nunukan Serfianus S.IP membacakan pesan Bupati Nunukan.

Serfianus menjelaskan, sebelum ditutup lebih dahulu dilakukan pendataan sejak Januari 2017. “Waktu itu Jumlah PSK sebanyak 48 orang wanita dan terakhir didata oleh Dinas Sosial bulan Oktober mulai berkurang, sisanya hanya ada 37 orang wanita penghibur,” katanya.

Pihaknya akan memulangkan para PSK ke daerah asal yang rata-rata dari Jawa Timur.

“Sesuai dengan harapan pemerintah daerah, kepada semua PSK mari kita menyadari perbuatan kita masa lalu dan melakukan perbuatan lebih baik di masa akan datang sebelum ajal menjemput kita. Tidak ada kata terlambat, jadikan hidup ini berguna dan bermanpaat buat orang dan bekerja untuk menghidupkan kita dan keluarga kita berguna bagi semua orang,” tuturnya.

Menurut Kapolres Nunukan AKBP Teguh Triwantoro, pihaknya akan melakukan pengawasan terkait penutupan lokalisasi ini.

“Karena biasanya penutupan lokalisasi akan terjadi konflik. Namun penutupan ini tidak terjadi hal-hal yang kita duga sebelumnya,” kata Kapolres Nunukan yang hadir dalam acara penutupan lokalisasi tersebut.

“Apa yang disampaikan oleh pemerintah agar bisa kita taat pada peraturan yang berlaku dan kepada saudara saudari kita yang ditutup ladang mata pencahariannya, agar keluar dari komplek maksiat ini untuk mencari hidup yang lebih terang benderang setelah selama ini hidup dalam kegelapan,” pungkas Kapolres. (Yusuf P).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *