Keluarga Korban Minta Polisi Segera Tangkap Dalang Pelaku Penyiraman Air Keras

oleh -105 views
Muhammad Rivai menjadi korban penyiraman air keras.

MITRAPOL.com, Sumsel – Muhammad Rivai (29), warga Komplek Griya Harapan C RT 93 RW 34 Kelurahan Sako Kecamatan Sako Palembang menjadi korban penyiraman air keras. Akibatnya, bagian muka, badan dan mata korban mengalami luka bakar. Pihak keluarga korban berharap kepolisian segera menangkap otak pelaku atau dalang aksi penyiraman tersebut.

Kakak korban bernama Desta mengatakan, kronologis kejadian berawal dari adiknya yang mendapat pekerjaan sebagai penjaga malam di perumahan di sekitar tempat tinggal korban dengan gaji Rp 1.500.000,00 (Satu Juta Lima Ratus Ribu Rupiah).

Loading...

“Pelaku yang otak aksi penyiraman air keras ini datang mau minta uang sebesar Rp 500.000,00 (Lima Ratus Ribu Rupiah). Tapi adik saya tidak mau memberikan uang. Sehingga terjadilah keributan,” ujar Desta saat ditemui Mitrapol, Jumat (11/01/2019).

Desta menambahkan, dua hari pasca kejadian, pada Minggu (30/12/2018) sekitar pukul 21.00 WIB, terjadi aksi penyiraman air keras kepada adiknya. Lokasi tempat kejadian perkara di Jalan Siaran depan Minimarket Kelurahan Sako Kecamatan Sako.

“Saya melapor ke Polsek Sako malam itu juga sekitar pukul 22.30 WIB, dengan nomor laporan : LP/702-B/XII/2018/Sumsel/Resta/Sek Sako tanggal 30 Desember 2018 pukul 22.30 Wib dengan perkara penganiayaan pasal 351 KUHP,” tambahnya.

Desta juga mengungkapkan, dari empat pelaku penyiraman, ada dua orang yang sudah ditangkap. Namun untuk otak pelaku atau dalangnya masih DPO.

“Jawaban polisi Polda Sumsel Jatanras Unit 5, dua pelaku sudah ditangkap. Duanya lagi masih DPO. Untuk dalang pelaku penyiraman berinisial IW, warga sini juga. Dan satu temannya lagi masih dalam pengejaran,” kata Desta.

Dari adanya aksi kejahatan tersebut, Desta berharap otak pelaku penyiraman air keras kepada adiknya segera diringkus.

“Kami berharap pelaku utamanya segera ditangkap. Apalagi dalang atau otak terjadinya keributan ini belum tertangkap. Kami jadi tambah khawatir. Kami tidak ingin damai. Kami ingin otak penyiraman segera ditangkap. Karena dia sudah merencanakan untuk melakukan penyiraman air keras kepada adik saya,” pungkasnya. (Putri/Adri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *