Sejumlah Atlet di Palembang Keluhkan Sistem Parkir Berbayar di JSC

oleh -23 views

MITRAPOL.com, Sumsel – Kebijakan PT Jakabaring Sport City (JSC) Palembang atas pemberlakuan sistem parkir baru berupa Autogate terus menuai protes dari masyarakat dan juga insan olahraga terutama atlet yang kesehariannya berlatih di kompleks pembinaan dan prestasi olahraga Sumsel tersebut.

Bahkan sebuah video sempat viral di media sosial di mana video itu memperlihatkan belasan atlet anggar terpaksa latihan di trotoar di depan pintu masuk, karena atletpun harus masuk berbayar. Video ini kemudian tersebar di media sosial instagram dan juga grup whatsApp.

Perwakilan Pengurus Ikatan Anggar Seluruh Indoensia (IKASI) Sumsel Paruq Rasyid menyesalkan potret menyedihkan ini. Pasalnya, dampak arogan pengelola PT JSC lagi-lagi membuat atlet dikorbankan. Padahal terbangunnya JSC ini untuk meningkatkan prestasi atlet Sumatera Selatan.

“Perlu duduk satu meja  antara koni pemprov cabor Pemda dan PT JSC. Bicarakan  dengan baik  dan cari solusi yang terbaik,” ujar Paruq Rasyid, Senin (14/01/2019).

Paruq menilai, hal ini mampu menjadi bomerang persiapan atlet dalam menempuh persiapan PraPON maupun Porwil. Jika masalah ini terus berlanjut di khawatirkan akan menjadi penurunan prestasi sebagaimana PON Jabar 2016 diposisi ke 21 dan menyambut PON Papua 2020 mendatang jadi pertanyaan akan keberhasilan atlet.

“Ini adalah aset daerah, para atlet itu juga pada prinsipnya membela dan membawa nama baik daerah dan nama Indonesia,” tegasnya.

Senada dengan Paruk, kondisi ini juga dikeluhkan oleh Beijita, salah satu atlet renang Sumsel. Menurutnya,  pemberlakuan sistem berbayar parkir Autogate sangat memberatkan para atlet. Selain sistem hitungan yang baru dari sebelumnya, atlet juga berat karena harus membayar setiap hari karena latihan pun setiap hari.

“Berat sekali, kami ini kan tiap hari latihan, Kami ini berjuang buat apa sebetulnya, buat Sumsel kan? Dan JSC punya siapa? Kami harus bayar tiap hari motor sampai Rp7000 sekali masuk dan mobil bisa Rp15000,” katanya dengan nada sesal.

“Seharusnya kebijakan pengelola JSC ini harus ditinjau ulang agar kemudian bisa sesuai dengan fungsinya. Atlet butuh latihan, ada kejuaraan penting di tahun depan yakni PON dan Peparnas, coba hitung saja sebulan berapa, itu bisa lumaya banyak untuk atlet. Mudah-mudahan untuk atlet bisa digratiskan,” harapnya. (Adri/M. Khaliq)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *