DPC Peradi Palembang Kembali Gelar Lomba Peradilan Semu

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Sumsel – DPC Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Palembang kembali menggelar perhelatan akbar tahunan Lomba Peradilan Semu (Moot Court Competition) bagi kalangan Mahasiswa Fakultas Hukum (FH) se-Indonesia. Tahun ini Lomba digelar di Pengadilan Negeri Palembang pada Sabtu (19/01/2019).

Lomba yang terbuka bagi seluruh mahasiswa fakultas Hukum dari berbagai universitas ini, dilakukan sebagai latihan bagi para mahasiswa/i mengenai penegakan hukum.

Bacaan Lainnya

Ketua DPC Peradi Palembang, Hj Nurmalah saat diwawancarai di PN Palembang mengatakan bahwa tujuan diadakannya lomba ini adalah agar para mahasiswa/i bisa memahami tentang bagaimana melakukan sidang, menjadi hakim, jaksa, dan pengacara.

“Hari ini digelar pelaksanaan Moot Court Competition yaitu lomba peradilan semu bagi mahasiswa/i Fakultas Hukum,” ujarnya.

Masih kata dia, lomba ini diikuti oleh lima provinsi dengan delapan universitas diantaranya 3 Universitas dari Palembang.

“Provinsi yang ikut berpartisipasi dalam lomba ini adalah Palembang, Bangka Belitung, Jambi, Lampung, dan Bengkulu,” tambahnya.

Hj Nurmalah juga menambahkan pelaksanaan lomba pada tahun 2019 ini sebarannya lebih luas.

“Kalau tahun kemarin hanya diikuti oleh empat Provinsi”, katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Moot Court Competition Antoni Yuzhar, menambahkan bahwa lomba ini bukan hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga untuk menambah pengetahuan terkait penegakan hukum.

“Sangat penting bagi mahasiswa/i Fakultas Hukum dan Sarjana Hukum untuk mengikuti ajang ini. Karena untuk menambah wawasan terkait penegakan hukum,” ujarnya.

Koordinator Pelaksana Moot Court Competition, Raden Rahmat Bayumi menjelaskan penilaian lomba tersebut yakni kredibilitas peserta, waktu, pemberkasan acara pidana. Kompetisi ini dilaksanakan selama dua hari yakni Sabtu hingga Minggu (19-20 Januari).

“Untuk pilihan kasus diberi kebebasan. Waktu pelaksanaan sidang sekitar 55-65 menit. Jika kurang atau melebihi waktu yang telah ditentukan akan mengurangi poin penilaian,” ucap Raden Rahmat.

Pada kesempatan yang sama, Siska, salah satu peserta kompetisi mengatakan sangat bangga mengikuti ajang tersebut.

“Sangat bangga mengikuti ajang ini. Karena selain menambah wawasan, juga sebagai latihan dalam melakukan siding,” ujar Siska. (Adri)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *