ADG Dipakai untuk Bantuan Listrik dan Gas, Geuchik Gampong Kota Sabang Terbebani

  • Whatsapp
Ketua Forum Geuchik sekota Sabang Adnan Hasyim atau Ayahnan.

MITRAPOL.com, Sabang – Pada tanggal 15 Januari 2019 yang lalu Pemerintah kota Sabang melalui surat pemberitahuannya nomor 050/0255 yang ditujukan kepada Geuchik kota Sabang menyampaikan bahwa bantuan listrik dan gas menjadi program kegiatan yang anggarannya bersumber dari Alokasi Dana Gampong (ADG) dan menyerahkan segala proses yang terkait dengan penyalurannya kepada keluarga penerima manfaat (KPM).

Sebagaimana diketahui bahwa program bantuan listrik dan gas ini merupakan visi misi walikota dan wakil walikota sabang saat ini, Nazaruddin – Suradji Junus yang sudah menjadi dokumen resmi tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kota Sabang tahun 2017-2022, pada tahun lalu, 2018 program ini perdana dilaksanakan bersumber dari APBK tahun 2018, tercatat sebanyak 6. 744 KPM menerima bantuan listrik subsidi 2 s.d 4 Ampere sebanyak 100.000/bln dan 6.624  KPM bantuan gas 3 Kg, 1 tabung gas per bulan.

Muat Lebih

Menurut Anggota DPRK Sabang, Zuanda, penggunaan dana alokasi gampong (ADG) untuk visi misi walikota dan wakil walikota Sabang ini dinilai kurang cocok dikarenakan ini adalah janji politiknya walikota bukan janji politiknya para geuchik dikota Sabang, penempatan program walikota menggunakan ADG ini jelas membebani para geuchik dalam  hal kinerja sementara.

Seharusnya walikota selaku kepala daerah menggunakan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) nya guna melaksanakan program-programnya, bukan malah membebankannya kepada Pemerintahan gampong yang sumber dayanya masih terbatas dikarenakan ketersediaan operasional juga terbatas.

Dari beberapa penjajakan dilapangan yang kami lakukan terhadap para geuchik yang ada dikota sabang, mereka masih kebingungan dengan ‘program titipan’ ini dikarena petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaannya sampai saat ini belum diberikan oleh pemerintah daerah.

Apalagi nanti jika terjadi kekurangan/kesalahan data dalam penyaluran maka geuchik dipastikan akan menjadi sasaran masyarakat. Laporan penyaluran listrik dan gas yang harus dilakukan setiap bulan pun menjadi beban baru bagi Geuchik ditengah  keterbatasan untuk menambah jumlah SDM di kantor Geuchik.

“Kami berharap pemerintah kota Sabang dapat meninjau kembali pengalokasian program visi misi walikota dalam ADG yang membebani Aparatur Gampong dalam pelaksanaannya hal ini dikarenakan walikota memiliki SDM yang cukup bahkan lebih pada SKPD yang dipimpinnya untuk melaksanakan visi dan misinya jadi tidak perlu melibatkan pemerintah Gampong,” ujar Anggota DPRK Sabang, Zuanda.

Anggota DPRK Sabang, Zuanda

Apalagi menurutnya, setiap pemerintah Gampong memiliki prioritas kerja tersendiri yang sudah disesuaikan dengan kondisi masyarakatnya.

“Pembangunan yang spesifik dan tidak terjangkau dengan dana pemerintah kota biasanya menjadi perhatian dari pemerintah gampong, sehingga akan ada sinergi dan percepatan dalam pembangunan masyarakat di kota Sabang, bukan saling membebani yang malah cenderung akan memperlambat pembangunan,” tambah Zuanda.

Senada dengan Zuanda, Ketua Forum Geuchik sekota Sabang Adnan Hasyim juga mengakui bahwa geuchik bertambah beban.

Dia juga merincikan bahwa Dana listrik 2 dan 4 ampere tersebut yang diberikan hanya Rp. 887.863.000,- untuk satu tahun. Sementara hitungan geuchik Cot Ba’u untuk pembayaran rekening listrik 2 dan 4 amper mencapai Rp. 1.142.400.000 per tahun.

“Maka terjadi kekurangan mencapai Rp. 254.536.704,- dan kekurangan itu dimana geuchik mau ambil. Kalau di ambil dari Anggaran ADG bagaimana caranya, sementara Anggaran ADG tidak bertambah. Begitu juga dana-dana lainnya yang dilimpahkan ke geuchik semuanya serba kekurangan,” ucap Adnan Hasyim.

Pria yang akrab disapa Yahnan itu menambahkan, bahwa beban tersebut di atas sebelumnya menjadi beban Dinas, sekarang dilimpahkan ke masing-masing geuchik. (*)

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *