Kepsek SDN 101993 Sukaluwei Diduga Tidak Peduli Perpustakaan

MITRAPOL.com, Bangun Purba – Perpustakaan sebagai sarana penunjangn kegiatan belajar mengajar para siswa, harus bersih, nyaman dan terhindar dari kebisingan.

Kondisi ruang perpustakaan penuh debu serta susunan buku yang tidak beraturan serta berantakan, seakan-akan perpustakaan berubah fungsi menjadi gudang penyimpanan, itulah kondisi ruang perpustakaan yang ada di SD Negeri 101993 Desa Sukaluwei, Kecamatan Bangun Purba, Deli Serdang.

Sebuah ruang perpustakaan yang sangat jauh dari kondisi layak yang seharusnya ada didalam sebuah ruang Perpustakaan.

HB Selaku Kepala SDN 101993 Sukaluwei, sepertinya tidak perduli dan cuek dengan keadaan perpustakaan disekolah yang dipimpinya, Perpustakan yang seakan-akan berubah manfaatnya menjadi gudang penyimpanan barang-barang inventarisasi milik sekolah.

Ruang Perpustakaan SDN 101993 Sukaluwei

Sepertinya HB kurang perduli akan kebersihan atau pun kerapihan ruang Perpustakaan, serta manfaat dan kegunaan sebuah Perpustakaan, sehingga buku bacaan yang seharusnya selalu dibersihkan agar terhindar dari debu diabaikan sehingga buku bacaan tersebut ditutupi abu yang tebal.

Ketika dikonfirmasi HB mengatakan, “Kami kekurangan tenaga pengajar, Guru yang ada sebanyak 8 orang dengan jumlah murid ada 201 dan tahun ini, 200 murid karena baru saja anak murid sebanyak 1 orang pindah ke sekolah lain, sehingga untuk menempatkan petugas pengelola perpustakaan tidak dapat terpenuhi”. Ujarnya.

“Selain itu didalam perpustakaan ini banyak Tikus yang berkeliaran, buku-buku yang ada menjadi rusak dan tidak rapi, harapan saya selaku Kepala Sekolah, di Tahun 2019 sekolah kami menerima penambahan guru baru sehingga kelemahan dan kekurangan yang ada selama ini dapat kami perbaiki”. Jelasnya.

Ketika disinggung tentang dana BOS yang diterima tahun 2018, menurut HB sekolahnya menerima dana BOS sebesar Rp 31.000.000,-. Namun terpantau pada papan informasi, yang diterima sebesar Rp. 160.800.000,-

Salah seorang murid Kelas VI berinisial TT, yang bercita-cita ingin menjadi seorang Polisi, kepada Mitrapol.com mengatakan, “Murid kelas I s/d VI mendapat pinjaman buku paket untuk seluruh bidang study pelajaran dengan status pinjam, diakhir tahun ajaran buku paket tersebut wajib dikembalikan.

Tentang perpustakaan, TT mengatakan, bahwa guru-guru yang ada kurang peduli untuk meningkatkan minat baca para murid di Perpustakaan, TT sendiri memang pernah ke Perpustakaan tapi hanya 2 kali itu pun sudah sangat lama” Pungkasnya.

 

Her/Syahrul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.