Jelang Pemilu 2019, Jokowi Minta Pendapat Mantan Petinggi TNI-Polri

Rapim TNI-Polri 2019 dihadiri 198 perwira tinggi TNI dan 170 perwira tinggi Polri.

MITRAPOL.com, Jakarta – Jelang digelarnya Pemilu 2019 pada April mendatang, Presiden Joko Widodo menggelar Rapat Pimpinan TNI-Polri 2019 di Istana Negara, Jakarta, Selasa (29/01/2019) pagi.

Rapim perdana TNI-Polri pada tahun 2019 ini dihadiri 198 perwira tinggi TNI dan 170 perwira tinggi Polri.

Bacaan Lainnya

Keistimewaan dalam Rapim itu, Jokowi juga mengundang mantan Panglima TNI, mantan Kapolri untuk didengar saran dan masukan serta pengalaman ketika menghadapi kegiatan Pemilihan Presiden di Indonesia.

Sejumlah mantan Panglima TNI yang hadir antara lain Jenderal (Purn) Moeldoko, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, Marsekal TNI Djoko Suyanto, Jenderal (Purn) Try Sutrisno dan Jenderal (Purn) Wiranto.

Sedangkan mantan Kepala Polri yang hadir, antara lain, Jenderal (Purn) Roesmanhadi, Jenderal (Purn) Bambang Hendarso Danuri, Jenderal (Purn) Da’i Bachtiar dan Jenderal (Purn) Badrodin Haiti.

“Jokowi memberikan arahan tentang pola keamanan serta membahas usia maksimum prajurit TNI Polri,” ujar Mantan Kapolri Roesmanhadi ketika diwawancarai Mitrapol.

“Kami para mantan petinggi juga didengar pendapatnya pada rapim itu,” lanjut Roesmanhadi.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Dalam negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan, agenda Rapat pimpinan juga membahas tentang perkembangan maraknya berita bohong atau Hoaks di media sosial selama jelang Pilpres.

“Hoaks dan Medsos bukanlah sebuah Politik, jadi jangan di jadikan sumber berita yang akuntabel pada Pilpres 2019 ini, saya yaqin masyarakat sudah pintar memilahnya,” ujar Mendagri ketika ditanya wartawan tentang media kampanye via medsos yang semakin meruncing pro dan kontranya. (D’Karta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.