Kapolres Nunukan Komitmen Tindak Tegas Anak Buahnya yang Gunakan Narkoba

  • Whatsapp
Kapolres Nunukan AKBP Teguh Triantoro (kiri)

MITRAPOL.com, Nunukan – Kapolres Nunukan AKBP Teguh Triantoro berkomitmen akan memberantas kejahatan pidana narkotika di wilayahnya termasuk dalam ruang lingkup jajaran Polres Nunukan. Hal ini dibuktikan dengan dilakukannya tes urine bagi  semua jajaran Polres Nunukan.

“Dalam kunjungan kerja ke Polsek wilayah terpencil seperti Kecamatan Sebuku, Sembakung, Lumbis, di isi dengan inspeksi mendadak (sidak) dengan tes urine untuk memastikan zero narkoba dan menyiapkan strategi pemberantasan di wilayah pelosok perbatasan,” ungkap Kapolres Nunukan yang juga Mantan Kaden Gegana Sat Brimob Polda Jawa Tengah ini.

Bacaan Lainnya

Lanjut Kapolres, selama dirinya menjabat sebagai Kapolres Nunukan, sudah 8 personelnya diketahui positif narkoba saat dites urine.

“Selama 3 bulan bertugas saya harus memegang teguh amanah Kapolri dan perwira tinggi Polisi bahwa aparat pelaku narkoba merupakan pengkhianat bangsa yang harus dibersihkan dan di bumi hanguskan hanya saja, kategori dan prosedur hukum tentu memiliki porsi berbeda untuk menindak pemakai, Pengedar, bandar atau mereka yang terjerumus akibat pergaulan, dan tak bisa disama ratakan,” tegasnya.

Dijelaskannya, dari 8 personel Polisi, 6 orang dinyatakan positif narkoba pada 2018, mereka bertugas di bagian Sabhara dan Resnarkoba, adapun identitas mereka yaitu, SO, SA, EK, MH, ED dan DS, sedangkan 2 anggota lain terindikasi positif amphetamine dan methampethamine ketika dirinya melakukan Commander Wish di Polsek Kecamatan Lumbis, 22 Januari 2019 lalu.

“Secara Tegas dan keras terhadap anggota dengan perilaku melenceng begini, saya panggil ke Polres, saya gunduli, setiap hari sambil menunggu sidang disiplin, mereka harus lari 20 kali keliling Polres pagi siang malam, kita ekspose di depan anggota lain,” ujarnya.

“Kalau ada Anggota Polres Nunukan  yang ingin berlumuran dengan Narkoba Lebih baik secepat mungkin mengundurkan diri dari pada  dipermalukan juga di pecat dari kepolisian,” tegasnya lagi.

AKBP Teguh Triwantoro SIK  juga menekankan kepada seluruh jajaran Polres Nunukan agar bersikap bersih, jujur, dan tidak mempermalukan institusi Polri dan manakalah ada anggota melakukan pelanggaran  dipastikan diproses secara transparan, cepat, dan adil agar masyarakat sebagai pemilik Polri tahu bahwa Polri tidak ada dalam posisi kompak dalam kejahatan.

“Bagi anggota Polri yang akan ditugaskan menyidik anggota lainnya hendaknya dia benar-benar bersih, jujur, dan tidak pernah terlibat kasus-kasus yang mempermalukan Polri,” tuturnya.

Bagi anggota yang menyeleweng tersebut, Teguh Triwantoro juga menjelaskan, selalu ada sanksi tertulis bagi mereka, sanksi tersebut bukan perkara ringan karena dari laporan tersebut.

“Mabes Polri menyimpan track record anggota yang terkena black list sehingga mereka akan mendapat penundaan pangkat selama 1 periode, dikurung selama 21 hari di sel, penundaan usulan kenaikan gaji, tak diperbolehkan mengikuti sekolah/pendidikan dan bakal terkena mutasi yang berujung demosi,” jelasnya.

Para polisi yang terlibat narkoba ini, 3 orang diantaranya bahkan terindikasi positif dalam 2 kali pemeriksaan urine berturut-turut, sehingga tentu saja point tersebut menambah catatan buruk mereka, catatan tersebut terkoneksi dengan Mabes Polri sehingga nama-nama dalam daftar merah tersebut terancam dalam keberlangsungan karirnya.

“Kami berusaha keras agar anggota bersih dari narkoba, saat dalam kepolisian sudah bersih, kita sudah siap tempur melawan narkoba di tengah masyarakat,” ujar Kapolres Nunukan. (Yusuf P)

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *