Debat dengan Jerinx SID di Medsos, Ini Kata Anang Hermansyah

Anggota Komisi X DPR Anang Hermansyah.

MITRAPOL.com, Jakarta – Musisi yang juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Anang Hermansyah berpendapat perdebatannya dengan Jerinx Superman Is Dead (SID) di media media sosial mengenai Rancangan Undang-Undang (RUU) Permusikan merupakan suatu masukan dan kritik dapat dilontarkan melalui berbagai macam cara.

“Ini masukan, masukan itu ada berbagai macam cara,” kata Anang, ditemui usai pertemuan dengan musisi di Jakarta, Senin (04/02/2019).

Bacaan Lainnya

Menurut anggota Komisi X DPR itu, menerima masukan dari berbagai pihak merupakan hal yang harus dia jalani demi memperbaiki rancangan undang-undang yang ditentang oleh banyak musisi ini.

“Supaya memperkaya apa yang sekarang ada, nanti, kita bahas,” kata dia.

Rancangan Undang-Undang Permusikan, walaupun baru dalam bentuk rancangan yang belum diajukan pemerintah, menuai kontroversi di kalangan musisi karena dianggap membatasi kreasi dan kebebasan berekspresi.

Musisi merasa keberatan atas ketentuan-ketentuan yang dirumuskan dalam RUU tersebut, salah satunya adalah pasal 5 yang dianggap menghambat proses kreasi mereka.

Dalam pasal 5 RUU tersebut, disebutkan dalam proses kreasi dilarang, antara lain mendorong khalayak umum melakukan kekerasan, memuat konten pornografi, menistakan agama, memprovokasi ras atau golongan tertentu dan mendorong khalayak umum melakukan tindakan melawan hukum.

Para musisi berpendapat pasal tersebut multitafsir dan tidak ada standard ukuran yang jelas.

Anggota Komisi X DPR itu menyatakan dalam sebuah pertemuan dengan Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia beberapa waktu lalu, dia menyatakan tidak menyetujui pasal tersebut.

“Saya bilang tidak setuju dengan pasal 5 itu,” kata Anang menegaskan pernyataannya.

Suami Ashanti itu berjanji akan medengarkan masukan-masukan dari musisi dan pelaku industri musik untuk memperbaiki rancangan peraturan ini. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.