TKI Tanpa Dokumen Mengalir Melalui Pintu Pulau Sebatik

Kombes Pol. Dr. Ahmad Ramdhan, SH.,MH

MITRAPOL.com, Nunukan – Sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan Malaysia, baik darat maupun laut, Kabupaten Nunukan dijadikan pintu keluar – masuknya para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang akan bekerja di Malaysia.

Fenomena keluar-masuknya para TKI ilegal ini, dari mulai terang-terangan sampai sembunyi-sembunyi menimbulkan masalah tersendiri.

Berikut wawancara khusus Wartawan Mitrapol Yusuf Palimbongan dengan Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Nunukan Kombes Pol. Dr. Ahmad Ramadhan, SH.,MH terkait maraknya TKI Ilegal di Nunukan.

MITRAPOL : Apa penyebab Nunukan dikenal sebagai jalur penyeludupan TKI tanpa Prosedural ?

Kepala BP3TKI : Kabupaten Nunukan sangat dekat dan berbatasan langsung denga Negara Tetangga Malaysia, perbatasan hanya dibatasi dengan Patok, karakteritis wilayah inilah menjadi Potensi Pengiriman TKI secara Illegal atau non Prosedural. Nunukan terdiri dari beberapa Kecamatan dengan jarak berjauhan bahkan Pulau Sebatik saja memiliki 5 Kecamatan, ini memudahkan TKI illegal untuk masuk ke Malaysia.

 

MITRAPOL : Apakah PengirimanTKI tanpa prosedural bisa dikatakan kejahatan?

Kepala BP3TKI : Benar, pengiriman TKI tanpa prosedural bisa dikategorikan sebagai Tindak Pidana Perdagangan orang sesuai dengan Undang-undang Nomor 21 Tahun 2007 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.

MITRAPOL : Mengapa Sabah Malayaia ini lebih diminati TKI Illegal atau non Prosedural ?

Kepala BP3TKI : Karena saling Membutuhkan, disana TKI tanpa dukumen bisa diterima bekerja, apalagi kalau TKI yang memiliki Dokumen Resmi, di Sabah Malaysia puluhan ribu, bahkan ratusan ribu orang Indonesia bekerja di Ladang-ladang perkebunan Sawit, baik di Serawak maupun Sabah sendiri dan terkadang TKI Haknya dirampas, terkadang tidak digaji, mengalami tekanan, menjadi korban penganiayaan oleh majikan, korban pelecehan seksual dan menjadi Korban Ekploitasi dan Perdagangan.

 

MITRAPOL : Informasi yang didapat dari TKI yang di deportasi, bahwa sering juga diperlakukan tidak manusiawi oleh aparat disana ?

Kepala BP3TKI : Kan tidak mungkin diperlakukan tanpa sebab seperti terlibat kejahatan narkoba, mencuri, dan sebagainya.

 

MITRAPOL : Mengapa sering TKI jadi sasaran Empuk bagi aparat keamanan Malaysia ?.

Kepala BP3TKI : Karena TKI tetsebut tidak memiliki Dokumen yang sah, masuk ke Negara malaysia melalui Jalur Illegal.

 

MITRAPOL : Siapa yang harus disalahkan, TKI atau pihak pengguna ?

Kepala BP3TKI : Kedua-duanya salah, baik pihak TKI maupun pihak pengguna, cuma yang sangat disesalkan kenapa pihak Imigrasi dan aparat keamanan Malaysia tidak menindak pihak pengguna yang mempekerjakan Tenaga Kerja indonesia Illegal, Hukum tidak pernah berpihak kepada TKI, dan TKI dianggap Melanggar, penggunanya tidak pernah tersentuh dengan Hukum, TKI dengan mudah dan gampang di Deportasi, ini terus menerus berlangsung setiap saat.

 

MITRAPOL : Sejak Januari 2019 berapa TKI yang di Deportasi ?

Kepala BP3TKI : Sejak Januari 2019 sudah kurang lebih 300 orang di Deportasi via Nunukan, mereka semua pekerja disana bukan pengangguran.

 

MITRAPOL : TKI laris manis menyebrang dari Pulau Sesatik ke Tawau Sabah Malayaia secara Illegal tapi tidak ditangkap oleh aparat keamanan Malaysia, mereka tidak melakukan pencegahan baik Marin maupun Polis Malaysia ?

Kepala BP3TKI : Mungkin saja ada pengaturan, apalagi Malayasia sangat membutuhkan, kalau tidak membutuhkan tenaga kerja kita, pasti mereka akan ketat melakukan pemeriksaan.

 

MITRAPOL : Dimana sisi kelemahannya, kok setiap saat terjadi Deportasi TKI apakah kurangnya Penagwasan dari Pihak Konsulat sebagai Perwakilan Republik Indonesia baik di kota Kinabalu dan Sandakan atau Tawau ?

Kepala BP3TKI : Mohon maaf kita jangan saling menyalahkan, begitu juga Intansi lain, akan tetapi mari kita sama sama mencari solusi bagaimana menentukan pola yang strategis untuk mencegah ini, tentu melalui BNP2TKI Konsultasi Kekonsulat kita di Malaysia.

Konsulat itu selevel dengan pimpinan yang lebih tinggi, nanti mereka bahas ditingkat Kementrian.

 

MITRAPOL : Pernahkan menanyakan ke Konsulat di Tawau kenapa TKI banyak Illegal dan selalu di Deportasi melalui Pintu nunukan ?

Kepala BP3TKI : Mereka hanya menjawab, itu terbatasnya Personil di konsulat sementara Perusahaan Ratusan di Sabab apalagi jaraknya sangat berjauhan.

 

MITRAPOL : Intansi mana saja yang berkompoten menagani persoalan TKI ?.

Kepala BP3TKI : Ada beberapa Intansi tergabung dalam Satgas penanganan TKI yakni salah satunya Intansi yang saya Pimpinan yakni Balai Pelayanan Penempatanperlindungan atau disingkat BP3TKI, Disnaker, dinas kependudukan dan Catatan sipil, Keimigrasi serta Rumah sakit yang menangani masalah kesehatan.

 

MITRAPOL : Apa yang lakukan selaku pimpinan BP3TKI untuk mengurangi TKI illegal ?

Kepala BP3TKI : Kita melibatkan TNI dan Polri, dalam waktu dekat kita akan mengundang semua Stekholder di Nunukan serta Intansi terkait dalam masalah penaganan TKI illegal, kita laksanakan secara Kopi Moning, tidak Formil, tetapi secara santai ngobrol bersama-sama aparat keamanan yang bertugas diperbatasan, diantaranya Pihak Angkatan Laut, Mariner, Airud, pihak Angkatan Darat, dandim Koramil, Satgaspamtas Kepolisian, Imigrasi, Kapolsek KP3, Pihak Bea Cukai satpol PP Nunukan, kita satukan Visi dan satukan tujuan untuk menyelamatkan TKI Illegal, demi anak bangsa karena ini merupakan tanggung jawab kita bersama.

Mudah mudahan bisa terlaksana, kalau kita sudah duduk bersama-sama, komitmen bersama-sama, tidak saja diatas meja dan catatan di atas kertas, tetapi Kita realisasikan. Harus ada Extioan harus adatindak lanjut, melakukan kordinasi di lapangan yang endingnya adalah mewujudkannya TKI atau pekerja Imigran Indonesia yang resmi dan bermartabat di mata Internasional.

Mari kita bersama-sama memberantas dan memangkas pemain pemain TKI illegal, pemainnya juga orang-orang Indonesia yang sudah memiliki Identitas kewarganegaraan Malaysia. tutup Ahmad Ramadhan, mantan Kapolres Toli-toli dan Kapolres Palu ini.

Yusup P

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.