Polisi Tangkap 16 Orang Sindikat Pencuri Toko Emas di Palembang

  • Whatsapp
Kawanan sindikat pencuri toko emas antar provinsi diringkus polisi

MITRAPOL.com, Sumsel – Jajaran Polsek IT 1 Palembang meringkus kawanan sindikat pencuri toko emas antar provinsi. Dari 16 orang tersangka yang diamankan, diantaranya berasal dari Sumatera Utara, Riau, Jawa Timur, dan Sumatera Selatan.

Saat gelar perkara di halaman Mapolsek IT 1 Palembang, Senin (04/02/2019) terungkap, para tersangka melakukan aksi pencurian secara berkelompok dengan membentuk dua tim.

Muat Lebih

Tim pertama beraksi di kawasan Pasar 16 Ilir Palembang. Sedangkan tim lainnya beraksi di PTC Mall Palembang.

Tim pertama beraksi di toko emas di kawasan Pasar 16 Ilir, pada Jumat (1/2). Aksi pencurian di kawasan tersebut, dipimpin oleh tersangka Sudarmanto (41) warga Tebing Sumut, dengan anggotanya tersangka Sukirman (65) warga Tebing Sumut, Rudi Winoto (25) Bagan Ratu Riau, Supriyadi (30) warga Tebing Sumut, Novita Engga (23) warga Gresik Jawa Timur, Nur Afni (27) warga Bagan Sumut, Ningsih Wahyuni (30) warga Tebing Sumut, dan Widia Pratiwi (17) warga Medan, Sumut.

Sedangkan tim kedua beraksi di PTC Mall. Aksi tersebut dipimpin oleh Subiantoro (41) warga Tebing Sumut, dengan anggota Suharyanto (37) warga Tebing Sumut, Edi Bungsu (39) warga Sei Rempah Sumut, Triyana Wati (41) warga Tebing Sumut, Melda Sari Pakpahan (24) warga Labuan Batu Medan, Leli Alantika Sari (26) warga Surabaya, Jawa Timur.

“Kami datang dari Sumut, naik bus dan travel. Sampai di Palembang, kami menginap dan menyiapkan rencana pencurian,” kata salah satu tersangka yaitu Sudarmanto.

Penangkapan berawal dari tersangka Sudarmanto yang ditangkap di Veteran Palembang. Dari dirinya, barulah para sindikat lain ditangkap satu persatu di tempat berbeda.

“Saya tidak mengimingi apa-apa, hanya mereka ikut sendiri. Para tersangka lainnya semua saya kenal karena berasal dari tempat yang sama. Kami asal Surabaya, namun tinggal di Medan Sumut. Ada juga yang dari Riau. Belum sempat berbagi hasil curian kami ditangkap,” ujar tersangka Sudarmanto.

Modus para tersangka dengan merusak lem kaca di toko emas. Para wanita bertugas mengalihkan fokus korban dengan melihat emas. Sedangkan yang lainnya menutup etalase agar tidak terlihat dari luar dan menggasak emas.

Dengan menggunakan pisau dan kawat yang telah dimodifikasi, para tersangka merusak lem kaca dan memasukkan kawat untuk menarik emas.

Usai mencuri dari dua tempat tersebut, para tersangka menghubungi para penadah yang merupakan warga Palembang. Kedua tersangka penadah yakni FH (39) warga Perum Pemkot Blok AJ Kelurahan Gandus. Dirinya merupakan penadah curian emas dari PTC Mall.

Sedangkan AZ (55) warga jalan Makrayu Lrg Sekolah Kelurahan 32 Ilir Palembang. Tersangka merupakan penadah emas di Pasar 16 Ilir.

Sementara itu, Kapolres Kota Palembang Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono, didampingi Kapolsek IT 1 Palembang Kompol Edi Rahmat, dan Kanit Reskrim Ipda Jhony Palapa, mengungkapkan bahwa Polsek IT 1 Palembang berhasil menangkap 16 orang tersangka komplotan pencuri toko emas.

“Para tersangka membagi dua kelompok. Kelompok pertama beraksi di kawasan Pasar 16 Ilir, dan kelompok lainnya beraksi di PTC Mall. Ada yang berperan sebagai pembeli, dan lainnya mengalihkan pandangan pemilik toko emas. Ada juga yang menutup penglihatan dari luar toko,” ungkapnya.

Lanjutnya, para tersangka pimpinan Sudarmanto diindikasi sudah sering beraksi di beberapa daerah seperti Padang Sumbar, dan Medan Sumut. Pihak kepolisian saat ini tengah melakukan penyelidikan mengenai para sindikat.

“Kerugian bermacam-macam ada yang Rp 6.4 juta, perhiasan 60 gram. Jumlahnya masih diselidiki lebih lanjut. Ada juga penadah barang curian yang ikut kami amankan,” jelas Kombes Pol Wahyu.

Pihak kepolisian akan mengembangkan kasus sindikat pencurian lintas provinsi.

“Kami terus mengembangkan kasus serupa. Ini kasus sindikat lintas provinsi. Para pelaku juga melakukan aksi nya di Medan dan Padang,” pungkasnya. (Adri)

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *