Banjir Genangi Puluhan Rumah di Banyumas

Ilustrasi banjir merendam pemukiman warga. (Foto Dokumentasi Mitrapol)

MITRAPOL.com, Banyumas – Puluhan rumah di Desa Pajerukan dan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, tergenang banjir akibat luapan Sungai Bener.

Salah seorang warga Desa Pajerukan RT 03 RW 01, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, Maryani mengatakan genangan banjir itu mulai terjadi sejak Jumat (08/02/2019) pagi.

Bacaan Lainnya

“Dua malam terakhir hujannya sangat lebat sehingga sungainya meluap. Pada Kamis(7/2), luapan air dari sungai sudah mendekati permukiman, Jumat pagi sudah sampai di pekarangan, kalau nanti malam hujan lagi, genangan airnya kemungkinan kembali tinggi,” katanya.

Ia mengatakan tinggi genangan banjir di halaman pada Jumat (08/02/2019) pagi sempat mencapai 50 centimeter, namun tidak sampai masuk ke dalam rumah.

Dia mengakui jika banjir sering menggenangi Desa Pajerukan akibat luapan Sungai Bener.

“Bahkan dulu, banjirnya pernah besar sekali, namun genangannya sangat cepat surut. Banjir kali ini lama surutnya karena banyak saluran air yang tersumbat,” katanya.

Koordinator Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (TRC BPBD) Kabupaten Banyumas, Kusworo mengatakan, banjir tersebut mengancam rumah milik Dirun (60), warga Desa Pajerukan RT 01 RW 04, karena rumahnya berada di tepi Sungai Bener.

Hanya saja, saat dilakukan koordinasi dengan pihak keluarga, ternyata Dirun tidak mau mengungsi ke tempat yang aman.

“Daerah tersebut memang sering terjadi banjir. Kebetulan saat sekarang genangan air mulai surut,” katanya.

Selain di Desa Pajerukan, banjir juga menggenangi sejumlah wilayah Desa Kalibagor terutama yang berada di bantaran Sungai Bener.

Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi BMKG Cilacap, Teguh Wardoyo memprakirakan curah hujan di wilayah Kabupaten Banyumas pada Februari 2019 masih tinggi, yakni berkisar 301-400 milimeter.

Bahkan, kata dia, curah hujan di wilayah Utara Kabupaten Banyumas diprakirakan berkisar 401-500 milimeter dan beberapa wilayah di sekitar Gunung Slamet diprakirakan mencapai lebih dari 500 milimeter atau sangat tinggi.

“Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat yang bermukim di daerah rawan banjir maupun longsor agar waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana tersebut,” katanya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.