Tobasamosir Bakal Bangun Rest Area Senilai Rp60 Miliar

oleh -240 views
Kepala Pusat Pengembangan Kawasan Strategis, Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah Kemen PUPR Kuswardono didampingi oleh Kadis PU tobasa Darlin Sagala dan Kadis Perkim tobasa Jhony DP Lubis saat meninjau Lokasi pembangunan Rest Area di Lumban Pea, Balige, Tobasamosir.

MITRAPOL.com, Tobasa – Bupati Tobasamosir (Tobasa) Ir. Darwin siagian yang diwakili oleh Kepala dinas PU Darlin Sagala dan Kepala Dinas Perkim Jhony DP lubis, menerima kunjungan Kepala Pusat Pengembangan Kawasan Strategis, Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan (Kemen PUPR) Kuswardono di ruang rapat mini Kantor Bupati Tobasamosir, Rabu (13/02/2019).

Dalam kunjungannya tersebut Kuswardono dan tim, bersama Dinas PU dan Dinas Perkim membahas rencana pengembangan kawasan di Tobasamosir yang diantaranya, rencana pembangunan Rest area Lumban Pea, rest area Lumban Julu, dan peningkatan pembangunan jalan Aek Natolu-Ajibata.

Loading...

“Tadi kami bersama tim berdiskusi tentang konsep daya tarik wisata yang telah kita identifikasi, yang mana salah satunya itu daerah Lumban Pea Kecamatan Balige dan Lumban Julu serta peningkatan jalan di Aek Natolu-Ajibata,” ujar Kuswardono kepada Mitrapol.

Menurutnya, untuk rest area Lumban Julu dan Lumban Pea tersebut nantinya akan dikembangkan menjadi pusat pertumbuhan kawasan wisata.

“Kawasan wisata agro kopi berada di Lumban Julu, sedangkan di Lumban Pea pusat pengembangan kawasan baru yang mana disekitar kawasan ini akan berdiri juga nantinya beberapa perkantoran dan hotel,” terangnya.

Soal kejelasan status tanah, dikatakan Kuswardono, tanah tersebut merupakan tanah milik pemkab dan sertifikatnya sudah ada.

Sedangkan anggaran yang akan dikucurkan nantinya untuk rest area Lumban Pea berkisar RP40 miliar, rest area Lumban Julu Rp20 miliar dan peningkatan jalan Aek Natolo-Ajibata sekitar Rp41 miliar dengan panjang 11 KM dan keseluruhan anggaran proyek tersebut bersumber dari APBN pinjaman luar negeri.

“Dari sisi perencanaan sudah sudah siap, saat ini tinggal melengkapi data pendukung untuk persetujuan penggunaan. Bila segala kelengkapannya sudah selesai sampai di bulan april, makan dibulan juni 2019 sudah dapat dikerjakan. Untuk itulah tujuan kehadiran kita di sini,” ujar Kuswardono mengakhiri. (Abdi S)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *