Edan, Oknum Guru Honorer di Mamuju Cabuli Sejumlah Murid SD

  • Whatsapp
Ilustrasi

MITRAPOL.com, Mamuju – Seorang oknum guru sebuah Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Kalukku diamankan petugas Satuan Reskrim Polres Mamuju Provinsi Sulawesi Barat. Oknum guru berinisial AS (31) itu ditangkap lantaran diduga telah mencabuli sejumlah muridnya.

Kepala Satuan Reskrim Polres Mamuju Ajun Komisaris Polisi Syamsuriansyah, di Mamuju, Senin (18/02/2019) membenarkan penangkapan oknum guru honorer tersebut karena diduga telah mencabuli lebih dari 10 muridnya.

Bacaan Lainnya

Oknum guru berinisial AS (31) lanjutnya, ditangkap tim Phyton Satuan Reskrim Polres Mamuju di kawasan Gentungan, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, pada Sabtu (16/02/2019).

“Oknum guru honorer itu kami amankan terkait pengaduan orang tua murid yang melaporkan bahwa AS telah melakukan perbuatan cabul kepada sejumlah anak didiknya dengan modus menjanjikan sesuatu kepada calon korbannya,” terang Syamsuriansyah.

Dari hasil penyelidikan dan keterangan sejumlah murid yang telah menjadi korban lanjutnya, diperoleh informasi bahwa AS diduga telah melancarkan aksi bejatnya itu kepada lebih dari 10 anak didiknya.

Bahkan tambah Kasat Reskrim, oknum guru itu melakukan aksi cabul lebih dari satu kali kepada tiap anak yang menjadi korbannya.

“Dari hasil penyelidikan, pelaku telah melakukan aksi cabul itu kepada lebih 10 anak namun hingga saat ini baru lima orang korban yang melaporkan perbuatan pelaku,” tuturnya. “Identitas korban yang lainnya sudah dikantongi oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reskrim Polres Mamuju yang selanjutnya akan mengarahkan korban atau keluarganya untuk melapor,” jelas Syamsuriansyah sebagaimana diberiakan Antara.

Oknum guru honorer itu kata Kasat Reskrim, telah ditetapkan tersangka dengan dijerat Undang-ndang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Sementara oknum guru pelaku cabul terhadap lebih dari 10 muridnya itu saat diwawancarai mengakui telah mencabul lebih dari 10 orang anak dibawah umur yang juga merupakan anak didiknya. Bahkan AS mengaku bahwa ada salah satu korbannya dicabuli hingga enam kali. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *