Polisi Ungkap Kasus Penemuan Mayat di Taman Nasional BBS, Tiga Pelaku Ditangkap

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Lampung Barat – Jajaran Sat Reskrim Polres Lampung Barat berhasil mengungkap kasus penemuan mayat di jurang tepi jalan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (BBS).

Tidak butuh waktu lama, hanya dalam hitungan 12 jam polisi berhasil menangkap tiga orang komplotan pelaku pembunuhan bidan Beti.

Bacaan Lainnya

“Pelaku berjumlah empat orang, melibatkan satu wanita yang merupakan keponakan korban. Pembunuhan dilakukan karena diduga ada unsur dendam. Karena keponakan korban sempat cekcok sebelumnya. Para pelaku terdiri keponakan korban bersama suaminya, dan rekan rekannya,” kata Waka Polres Lampung Barat Kompol M. Riza, Sh.MH. mewakili Kapolres Lampung Barat AKBP Doni Wahyudi,S.Ik. bersama Kasat Reskrim Polres Lampung Barat AKP Faria Arista,S.Ik.S.Kom. saat menggelar Konferensi Pers, Jumat (01/03/2019)

Dalam aksinya para pelaku membunuh korban dengan cara menyekap wajah korban dengan bantal, lalu dianiaya, dan mayatnya dibuang di jurang tepi jalan. Kemudian mobil korban juga ditinggalkan di jalan.

“Korban Bidan Beti, bekerja di Puskesmas Danau Ranau OKU Barat. dan para pelaku sudah terungkap berjumlah 4 orang yakni Gidion Meldina ( 31), merupakan warga Sipatuhu, kecamatan Banding Agung, Kabupaten OKU Selatan merupakan masih keponakan korban sendiri,” jelasnya.

Kemudian pelaku kedua Badriansyah,(35), laki-laki yang merupakan PNS, Bandar agung, kecamatan Bandar agung, kabupaten Oku selatan pelaku ke tiga Asrul Mubarik, Laki-laki, warga suka maju, kecamatan Banding agung, kabupaten Oku selatan,

“Sedangkan pelaku ke empat inisial ON yang kini masih dalam pengejaran petugas,” ucap Waka Polres Lambar.

Dugaan sementara otak pelakunya perempuan, keponakannya mempunyai utang kepada korban sebesar Rp. 200 Juta Rupiah.

“Untuk motif sementara karena korban sempat ribut dengan otak pelaku, istri dari salah satu pelaku. sedangkan 1 pelaku masih dalam pengejaran petugas mudah-mudahan secepatnya dapat kita tangkap,” jelas Waka Polres.

Dijelaskannya, pelaku Gidion Meldina yang merupakan keponakan korban menyuruh pelaku Badriansyah, Asrul Mubarik dan ON (masih pengejaran petugas), menjanjikan sejumlah uang untuk membunuh korban Beti karena sakit hati dan memiliki hutang uang dengan korban.

“Pada hari Rabu (27/02/ 2019) sekitar pukul 16.00 Wib, ketiga pelaku membawa korban jalan dengan alasan untuk memberikan obat untuk kesembuhan Korban dengan memberikan ramuan minuman yang telah diberikan racun namun setelah korban meminum ramuan tersebut hanya menyebabkan korban lemas saja,” jelas Waka Polres.

Maka para pelaku membawa Korban kearah pesisir barat ditengah perjalan pelaku Badriansyah memberentikan mobil, kemudian pelaku ON dan badriansyah mencekik dan membekap korban dengan bantal, sedangkan mubarik memegang kaki korban sehingga korban meninggal dunia.

Kemudian pelaku membawa korban ke arah pesisir utara dan membuang korban di jurang yang dalam nya kurang lebih 5 meter dipinggir jalan lintas Barat Sumatera yang berbatasan dengan Provisi Bengkulu sedangkan Mobil korban sengaja ditinggalkan di Krui.

Kemudian petugas terus melakukan introgasi dan curiga terhadap 2 tersangka yakni Gidion Meldina dan Badriansyah. selanjutnya polisi mengecek urine dan mereka positif menggunakan Narkoba. Saat ini asal narkoba masih dilidik oleh Sat Narkoba Polres Lambar.

Penangkapan dilakukan Pada kamis tanggal 28 Februari 2019 team tekab Sat Reskrim Polres Lambar dipimpin langsung kanit jatanras Ipda H.Iplan yang mengejar para pelaku saat akan melarikan diri dari pesisir barat kearah OKU Selatan.

“Kkemudian diperjalanan tepatnya didaerah liwa pelaku dapat dijaring, kemudian para pelaku melakukan perlawanan sehingga petugas melakukan tindakan tegas dan terukur. tersangka kita kenakan pasal 340 KHUPidana pembunuhan berencana dengan hukuman paling berat pidana mati,” ucapnya.

Dittambahkan Kasat Reskrim AKP Faria Arista,S.Ik.S.Kom, untuk informasi juga korban sudah dilakukan otopsi di Rumah Sakit Umum Liwa dilakukan oleh dokter forensik yang didatangkan dari Rumah Sakit Bhayangkara untuk mengetahui penyebab kematian korban.

“Jadi untuk pembuktian yang lebih sentifik kita laksanakan otopsi namun hasilnya perlu menunggu waktu karena akan dilakukan uji lab dan juga dari dokter forensik menyimpulkan penyebab kematian yang sesungguhnya,” imbuh Kasat Reskrim. (Wawan Satria)

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *