Tinggal di Gubuk Reyot, Nasib Keluarga Nur Hasanah Sungguh Mengenaskan

  • Whatsapp
Gubuk reyot yang menjadi tempat tinggal keluarga Nur Hasanah.

MITRAPOL.com, Way Kanan – Nasib memprihatinkan dialami satu keluarga di Kampung desa Tanjung Bulan, Kecamatan Kasui. Bagaimana tidak, keluarga tersebut tinggal di sebuah gubuk reyot yang hanya terbuat dari bambu dan berlantaikan tanah.

Himpitan ekonomi membuat keluarga yang terdiri dari Ibu Nur Hasanah (45) bersama dua putranya Edi (25) Harmoko (20) dan putrinya Aminah (14) tersebut hidup dalam serba kekurangan.

Muat Lebih

Untuk makan sehari-hari mereka pun makan dengan lauk apa adanya. Itupun didapat dari hasil upah bekerja lepas dan serabutan di kebun milik tetangganya.

Informasi ini awalnya dikabarkan seorang Bapak Bahtiar warga Desa Tanjung Bulan saat melintas dan mengecek langsung ke lokasi.

Betapa kagetnya dan prihatin ketika melihat keluarga itu dengan kondisi keadaan di dalam rumah yang kondisinya sungguh memprihatinkan.

Bila turun hujan, dipastikan keluarga tersebut mengalami kebasahan karena atap gubuk yang bocor.

“Mereka tinggal di sebuah rumah yang berada di tengah kebon , posisinya sekitar 500 meter dari perkampungan warga Kondisi rumahnya sangat memprihatinkan, hanya berukuran 3 X 5 meter saja, saat kita periksa dapur keluarga ini sedang tidak memasak,” ujar Bahtiar beberapa waktu lalu.

Rumah gubuk itu pun ternyata berdiri di lahan kebon milik tetangganya yang berada di Rw 2 / Rt 2 desa Tanjung Bulan Kecamatan Kasui Kabupaten Way Kanan Lampung.

Dihubungi terpisah, Jamatu Salbani tokoh pemuda desa tanjung bulan yang juga sebagai pemerhati lingkungan membenarkan kondisi warga tersebut.

“Keadaan keluarga Nurhasanah memang sangat memprihatinkan kondisi ekonominya, entah apa sebabnya kami selaku warga desa tanjung bulan,” katanya.

Jamatu Salbani mengatakan, akan berusaha mendorong agar pihak pemerintah Desa maupun pemkab Kabupaten Way Kanan akan mengambil tindakan untuk membantu warga masyarakatnya yang tidak mampu dan mencari kan solusinya agar ada penghasilan guna memenuhi kebutuhan dalam keseharianya,” pungkas Jamatu. (Muktaridi)

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *