Warga Desa Penungkiren STM Hilir Resah, Warga Dusun II Terancam Menderita

  • Whatsapp
Kantor Desa Penungkiren kecamatan STM Hilir kab. Deli Serdang

MITRAPOL.com, Deli Serdang – Masyarakat Dusun II Desa Penungkiren, Kecamatan STM Hilir Deli Serdang pada hari Kamis (28/02/2019) melakukan rapat kecil membahas nasib Warga Dusun II dan Pembangunan yang ada disana.

Warga merasa keberatan karena selama ini, setiap ada pembangunan namun tidak sesuai dengan harapan masyarakat, suara masyarakat diabaikan, warga juga sangat resah dengan akan dialirkannya air ke dusun I, alasan warga tidak setuju adalah karena sumber mata air yang akan dialirkan diambil dari sumber mata air yang ada di dusun II, tentunya akan mengakibatkan kurangnya air di Dusun II. Sedangkan selama ini, air yang digunakan untuk kepentingan sehari-hari warga dan untuk mengairi ladang dan sawah warga pun terkadang tidak mencukupi.

Saat Mitrapol.com melakukan konfirmasi Jum’at (01/03/2019) ke Kantor Desa Penungkiren, Kepala Desa sedang tidak ada di tempat, begitupun dengan Perangkat Desa lainnya, yang menurut Kaur Desa Penungkiren Ibrahim Ginting sedang ada urusan di desa lain.

Tetapi ada informasi dari warga yang tidak bersedia disebut namanya mengatakan bahwa Kepala Desa dan Perangkatnya memang sering tidak masuk kerja, dan warga tersebut juga mengatakan bahwa dalam pengurusan surat-surat seperti KTP, Akte Kelahiran dll dipungut biaya mulai dari Rp. 15.000,00 sampai dengan Rp. 3.000.000,00

“PG” Warga Dusun II menyampaikan kepada Mitrapol.com Jum’at (01/03/2019) bahwa Kepala Desa yang menjabat sekarang ini tidak memperdulikan kepentingan warganya, bahkan setiap ada pembangunan di desa tersebut, Kepala Desa lebih mengutamakan mempekerjakan warga desa lain daripada warganya sendiri.

Keadaan persawahan di dusun II, desa Penungkiren, kec. STM Hilir.

Begitu pula dengan pengelolaan proyek pembangunan desa tersebut, proyek diborongkan kepada pihak lain, padahal sebelum pembangunan itu dilaksanakan setelah diadakan rapat bersama warga, akan tetapi pendapat warga tidak diterima. Mereka melakukan pembangunan berdasarkan keinginan Kepala Desa dan Perangkat Desa lainnya.

Kami sangat kecewa tapi tidak dapat berbuat apa-apa dan kami tidak tau kepada siapa kami memohon agar aspirasi kami di dengar dan pendapat kami bisa diterima oleh Kepala Desa, ini semua demi warga dan kampung kami.

Masih tentang kecewanya Warga Dusun II, PG mengatakan bahwa selain pekerja dan pemborong diberikan kepada warga lain, juga pekerjaan yang dilakukan tidak tepat sasaran, contohnya seperti Rabat Beton yang sedang dikerjakan, sebenarnya jalan tersebut belum terlalu dibutuhkan oleh warga, warga disini lebih membutuhkan sarana pelatihan seperti kursus menjahit atau menyulam untuk kaum wanita ataupun pemberian modal usaha untuk kolam ikan maupun pertanian.

Ironisnya pengairan kami di dusun II akan diambil untuk pengairan dusun I padahal kami di Dusun II kadang kekurangan air, apalagi saat musim kemarau datang, ladang dan sawah kami sering mengalami kekeringan.

Harapan kami sebagai warga Dusun II Desa Penungkiren meminta kebijaksanaan dari Kepala Desa beserta jajarannya dan PU Perairan Deli Serdang, serta Camat STM Hilir agar memperhatikan nasib warganya agar dapat melangsungkan kehidupan yang lebih baik lagi, kami warga Dusun II tidak memberikan izin sumber mata air kami dialirkan ke dusun I karena kami sendiripun masih kekurangan air, Paparnya

 

Syahrul Anwar

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *