Ext Karyawan PT. CSAP Laporkan Kuasa Hukumnya

  • Whatsapp
Ext karyawan PT. CSAP Rosmini

MITRAPOL.com, Makassar — Salahsatu Ext karyawan PT. CSAP melakukan tuntutan terhadap Kuasa pendampingnya terkait dengan adanya dugaan pembodohan dan pembohongan.

Dimana dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh salahsatu rekan pendamping Ext karyawan PT. Citra Sekarwangi Agro Persada ternyata hanya isapan jempol .

Buktinya saat mereka para Ext karyawan kurang lebih 60 orang meminta pertanggungan jawaban dengan apa yang dijanjikan saat itu.

Bahwa akan menyelesaikan urusan tersebut tidak akan mundur sampai terpenuhinya tuntutan tersebut yakni pesangon para Ext karyawan PT. Citra tersebut, ujar Ros mewakili teman temannya saat mendatangi rumah diduga pendamping tersebut.

Berawal saat ada diduga yang dilakukan pendamping mereka melakukan pem”bodoh”an dan pem”bohong”an terkait masalah perdamaian dari salahsatu Ext karyawan PT. CSAP tersebut tersangkut masalah pidana dimana saat melakukan unjuk rasa yang dipimpin Ros didalam gudang Ext karyawan PT. CSAP jalan kima Daya

Dimana saat Ros cs mendatangi gudang yang diduga milik PT. CSAP ada terjadi pemukulan tindak pidana dengan bukti adanya laporan polisi saat itu.

Adapun yang mengalaminya saat itu adalah Ros pimpinan aksi, yang dikatakan bahwa dianya dipukul dicakar dan di usir keluar dari gudang Ext PT.Citra tersebut, jelas Ros keawak media, saat ditemui di Polsek Biringkanaya, Senin (04/03/2019).

Adapun menurutnya disinilah awalnya dia katakan, “disini saya awalnya ingin didamaikan oleh Pak Jamal selaku pendamping Ext karyawan PT. CSAP dengan Hamdana dan Muliyana (anak Hamdana) yang tinggal didalam lokasi gudang tersebut.

Dimana pelaku yang terlapor di Polsek Biringkanaya saat itu diperiksa namun selang beberapa hari.

Ros menambahkan, Saya dan Irma (rekannya) pun heran dan entah kenapa bisa dilaporkan balik oleh Hamdananya, jelas Ros yang diiyakan oleh rekan-rekannya.

Ros mengatakan, bahwa kala itu tidak mau melakukan damai namun Jamal terus membujuknya entah alasan apa yang disampaikan, Jamal hingga Ros ingin melakukan perdamaian.

“Saya didatangi pak Jamal minta lakukan saja perdamaian namun saya bilang saya tidak mau tapi tetap saya dibujuknya”.ujar Ros

Lanjut dia Jamal katanya kalau tidak mau berdamai dia mengancam akan hentikan pendampingannya (ext karyawan PT. CSAP) tutur Ros meniru ucapan Jamal waktu itu.

Selang beberapa waktu, maka Ros dipertemukan dengan beberapa keluarga terlapor dan kesepakatan salahsatu dari penghuni gudang (Handoyo) yang didalam akan keluar dan kosongkan gudang tersebut , dengan disaksikan aparat Babinsa setempat yang ditandatanganinya.

Sementara terlapor dengan Ros pun sepakat ingin melakukan damai dengan meminta beberapa point persyaratan yang dibuat Jamaluddin, dimana yang musti dilakukan pihak terlapor , dan menurutnya terlapor (Hamdana dan Muliyati) mengiyakan, tiba masa kesepakatan perjanjian yang dikeluarkan dalam surat tersebut dibelakang Hamdana dan anaknya melanggar perjanjiannya.

Namun sayang saat terjadi perjanjian ada dalam surat nya yang dirasa tidak cocok dan tidak adil dimana dalam tandatangan surat pernyataan tersebut Ros tidak ikut dilibatkan dan juga tidak didepan aparat kepolisian. Ungkapnya kesal.

“Saya dikasi lihat surat pernyataan tersebut namun saya bertanya kenapa tidak ada nama dan tandatangan saya tersebut “. Ujar Ros penuh tanya

Pak Jamalpun sempat mengatakan dan berjanji akan menyelesaikan perdamaian tersebut sampai Ke Kapolsek Biring Kanaya.

“Saya tidak akan selesaikan proses perdamaian ini Ros kalau perlu sampai ke hadapan Kapolsek”. tiru Ros yang diucapkan Jamal.

Diketahui bahwa awal dari pendampingan tersebut lancar-lancar saja karena kala itu Jamaluddin selaku pimpinan LSM DPP LPBB Indonesia Sulsel selalu melakukan komunikasi dengannya, tapi entah kenapa bisa Jamal melakukan dan membuat kami seperti ini. Sesalnya.

Sementara Ros kekantor Polsek ingin melakukan dan mengajukan Laporan terhadapnya (Jamaluddin) belum ditemukan unsur pidananya .

Seperti yang disampaikan Panitres Biringkanaya bahwa untuk menerima suatu laporan kami tidak serta merta langsung menerimanya namun kita lihat dulu apa yang mau dilaporkan pelapor, setelah itu ada tindak pidananya tidak yang dilakukan terlapor ujarnya diruangan Riksa II. Polsek Biringkanaya. Senin, (04/03/2019)

“Saat ini pelapor yang akan melakukan pelaporan begitu kita dengar keterangannya kami rasa tidak ada unsur pidana tapi ini adalah unsur kasus perdata”. terangnya.

Sampai berita ini diturunkan pihak dari Jamaluddin belum ada konfirmasi bahkan kontak hp nya tidak aktif.

 

Mir

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *