Penangkapan Tiga Kapal Pembawa Sembako, Kapolda Kaltara Gelar Pertemuan

  • Whatsapp
Kapolda Kalimantan Utara Brigjen Pol. Drs. Indrajit

MITRAPOL.com, Nunukan Kaltara – Kapolda Kalimantan Utara Brigjen Pol. Drs. Indrajit didampingi Wakapolda Kombes Pol. Drs. A. Zainal Paliwang menggelar pertemuan dengan Ketua DPRD Nunukan H. Dani Iskandar dan para pedagang lintas batas. Selasa (5/3/19). Di Tarakan, Kaltara.

Pertemuan yang digagas Kapolda Kaltara ini adalah untuk membahas dan menyelesaikan masalah ditangkapnya 3 kapal yang memuat sembako dari Tawau menujun pulau Sebatik.

Dalam pertemuan ini Kapolda mengatakan, saya memahami betul kondisi dan wilayah perbatasan, penangkapan terhadap ketiga kapal itu dalam rangka menjalankan tugas, itu sudah sesuai dengan prosedur, kapal beserta barang yang ditangkap telah diserahkan kepada Bea Cukai untuk diproses lebih lanjut.

Kapolda Kalimantan Utara Brigjen Pol. Drs. Indrajit bersama Wakapolda Kombes Pol. Drs. A. Zainal Paliwang

Lanjut Kapolda, dalam regulasi perdagangan lintas batas itu aturannya jangan membawa barang dalam kapasitas banyak, karena diduga barang itu akan dibawah keluar Pulau Sebatik dan Nunukan, kalau hanya itu kebutuhan masyarakat Sebatik tidak masalah, pemerintah dan aparat keamanan memberikan kebijkan namun dengan tidak mengabaikan UU dan Peraturan lainnya.

Oleh karena itu kapolda Kaltara berpesan bahwa barang yang dibawah dari Tawau tidak diperbolehkan dibawah keluar Pulau Sebatik dan Pulau Nunukan, barang itu hanya untuk diperjual belikan dan kebutuhan warga Sebatik dan Nunukan.

Kalau hanya untuk kebutuhan dan perdagangan di Sebatik tidak mungkin berkapal-kapal, kan ada aturan kalau berbelanja lebih dari RM 600.00 itu sudah dikenakan Cukai, selama ini kan warga sebatik tidak perna membayar cukai sebagai pemasukan untuk Negara.

Ada beberapa barang yang dilarang masuk yaitu Beras, Gula, Daging dan minyak makan, barang-barang tersebut kalau masuk dikenakan cukai. Selama ini diberikan kebijakan oleh pemerintah dan aparat yang bertugas. Jelas Kapolda.

Semua itu tidak terlepas dari aturan yang berlaku, selain itu Bupati atau kepala daerah punya peran penting dalam bagaimana melakukan pembinaan dan meningkatkan kesadaran kepada masyarakat agar taat dalam menjalankan aturan perdagangan Lintas Batas. Pungkas Kapolda Kaltara.

Sementara dalam pertemuan ini perwakilan pengurus asosiasi pedagang Lintas batas Mohammad Jagar mengatakan bahwa, mengenai Kapal dan barang yang sudah diserahkan kepada pihak Bea Cukai, biar nanti Bea Cukai yang akan memanggil pemilik barang agar mereka menyelesaikan administrasinya, pemilik barang harus membayar cukainya, baru barang beserta kapalnya dikembalikan kepada pemilik.

Muhammad Jafar menyampaikan bahwa persoalan ini “sudah Klir”, kapolda sudah memberikan kebijakan, kedepannya persoalan seperti ini jangan sampai terulang lagi, para pedagang litas batas jangan membawah barang dari Tawau Sabah Malaysia dengan skala besar supaya tidak timbul dugaan barang itu akan dibawah keluar dari Nunukan.

Dalam kesempatan ini Muhammad Jafar mewakili para pedagang Lintas batas, mengucapkan rasa terimakasihnya kepada Kapolda Kaltara atas segala kebijakan dan kerjasamanya, sehingga persoalan ini bisa tuntas, begitu juga kepada anggota Dewan yang sudah memfasilitasi pertemuan ini, dan juga kepada Pihak Media/wartawan yang melalui pemberitaannya dan mengawal persoalan ini sampai bisa dituntaskan oleh Bapak Kapolda dan Bapak Waka Polda Kaltara. Pungkasnya.

 

Yusup. P

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *