Keberadaan Ruangan Baru Diterminal Labuan Sia-sia

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Pandeglang – Terminal Bus Labuan type A memiliki ruangan berlapis kaca. Ketika kita berkunjung keterminal dan masuk dalam ruangan tersebut akan menemukan sebuah tulisan yang menempel disalah satu sudut interior berkalimat “Siapapun yang masuk kedalam ruangan wajib menanggalkan alas kaki mulai dari sandal hingga sepatu”.

Ironis pemberitahuan itu sama sekali tidak digubris, terutama oleh para pekerja Terminal. Arti kata bertolak belakang dengan isi tulisan kalimat yang menempel dikaca.

Pantauan Mitrapol.com, para pekerja dengan leluasa keluar masuk ruangan dengan tetap bersepatu, padahal salah satu dari merekalah yang dimungkinkan menempelkan kalimat itu.

Didalam ruangan terdapat beberapa kursi dengan posisi saling berhadap-hadapan, seakan menandakan bahwa posisi kursi itu sengaja disiapkan untuk umum, atau calon penumpang yang akan melakukan pemberangkatan menuju luar kota. Namun tidak satupun terlihat calon penumpang yang menunggu Bus ada disana.

Informasi dari salah satu pengunjung yang namanya tidak mau disebutkan membeberkan kekecewaannya atas kenyataan dengan arti tulisan kalimat yang menempel didingding kaca.

“Untuk apa ruangan itu direncanakan kemudian dibangun dengan menggunakan uang Negara hasil dari pajak Rakyat.”

Masih berada didalam ruangan, hanya beberapa pekerja saja yang melakukan rutinitas, kondisi seperti itu memang terlihat setiap hari sebab sebagian besar pekerja lainnya sibuk diluar mengatur Bus yang datang dan akan berangkat menuju Kalideres, Jakarta.

Eni Cahyani, salah satu petugas Terminal mengakui kalau ruangan yang belum lama itu dipermak itu adalah untuk calon penumpang bukan untuk ruangan pekerja.

“Ruangan ini untuk para calon penumpang, hanya saja setelah beberapa kali kami serukan agar penumpang yang akan melakukan pemberangkatan menunggu diruangan mereka engga menunggu didalam,” elak Eni pada Mitrapol.com

Menurut M. Yaya Ketua LSM Gempita DPD pandeglang saat ditemui diruang kerjanya oleh Mitrapol.com. Selasa, (05/03/2019). Menjelaskan bahwa “Mencermati kondisi seperti itu, calon penumpang tidak bisa di Kambing Hitamkan, pikir secara normal, apabila calon penumpang menunggu Bus di ruangan itu, Bus yang mana yang mereka tunggu, sebab jalur pemberangkatan Bus yang disediakan lengkap dengan merek jurusan dan beratap dari rangka baja sama sekali tidak digunakan terkecuali di cat lagi di cat lagi”.

Ditambahkan Yaya, hal itu diduga adanya ketidak dispilinanan dan ketidak tegasan dari petugas Terminal, terutama dari salah satu mereka yang dianggap penentu kebijakan dan keputusan, contohnya semua Bus yang akan diberangkatkan menuju luar kota ternyata tidak ditempatkan pada tempat yang sudah disediakan akan tetapi ditempatkan diujung pintu keluar Terminal.

“Itulah yang menjadi alasan kenapa calon penumpang tidak menempati ruangan baru, mereka lebih nyaman bergelandang menunggu Bus yang siap berangkat, meski tak jarang berakibat terjadi kemacetan berulang-ulang,” terang Yaya.

Sampai pemberitaan ini diberitakan Korwil Terminal Labuan Type A Muksin belum bisa dimintai keterangannya atas apa yang terjadi di wilayah Terminal Labuan. Saat dihubungi via Handphonenya tidak menjawab.

 

Royen Siregar

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *