Warga Desa Sawarna Keluhkan Pembongkaran Rumah dan Warungnya

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Lebak – Surat edaran dari Kepala Desa yang diberikan kepada Masyarakat desa Sawarna, memerintahkan agar rumah dan warung-warung yang berlokasi di Pantai Sawarna harus segera di bongkar dalam waktu dua minggu.

Sebagian masyarakat sudah melakukan pembongkaran dan telah direlokasikan oleh pihak desa Sawarna kecamatan Bayah, kabupaten Lebak Banten. (4/3/2019).

Pemerintah Desa sawarna telah membangun sementara 60 tempat walapun dengan ukuran yang sangat minim dan berlokasi agak sedikit jauh dari Pantai Sawarna.

Tempat relokasi yang dibangun pihak desa Sawarna

Menurut salah satu warga Rembang erat menjelaskan kepada wartawan Mitrapol, awalnya tempat ini hutan belantara dan dengan kerja keras warga setempat membabad dan membuka hutan belantara sampai seperti sekarang.

Masih di katakan Rembang erat sebagaian warga Sawarna dan mengingat dari sejarah dulu,”Sawarna, berawal dari Jaman Belanda (van hook) yang memberi dan mengijinkan masyarakat desa Sawarna untuk menggarap dan becocok tanam di wilayah Sawarna pada tahun 1917, tahap awal tahun 1928, tahap kedua tahun 1950, tahap ketiga dan sampai turun menurun, bahkan makam (Vanhook) masih ada di kawasan sawarna” ungkapnya.

“Namun dengan mudahnya disuruh dibongkar oleh pihak Desa sawarna dengan merelokasi ketempat yang kurang ramai, dan kurang strategis,” ungkapnya

Pantauan wartawan Mitrapol dilokasi, terlihat kondisi rumah dan warung-warung sudah rata walaupun sebagian ada yang masih bertahan. Senin (4/3/2019) jam 06-00.

Menurut Dede salah satu petugas pintu masuk pantai Sawarna saat di konfirmasi sebagai seksi pemungutan jasa retribusi pintu masuk pantai sawarna. “awalnya tanah ini milik PTPN (PT. Perkebunan Nusantara) yang masa HGU nya sudah habis dan sekarang dialihkan kepada Pemda yang dikelola oleh desa Sawarna.” Tutur Dede.

“Meski sudah direlokasi namun ada sebagian warga yang tetap bertahan, diantaranya Rembang Erat dengan alasan belum siap, kondsinya baru selesai menjalankan operasi karena (kanker otak ) dan juga keberadaan rumahnya yang terkena tsunami Pandeglang yang belum lama terjadi sehingga belum tau harus tinggal di mana.” Ungkapnya.

Masyarakat sangat berharap untuk tidak ada pembongkaran, agar mereka tidak kehilangan mata pencaharian dan berharap ada kebijakan dari pihak desa untuk menghargai kerja keras masyarakat yang telah membuka desa Sawarna yang tadinya hutan belantara hingga menjadi seperti saat ini.

 

A4N /Barkah

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *