Kapendam Cenderawasih Jelaskan Kronologi Gugurnya Tiga Prajurit TNI di Nduga

oleh -422 views
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/ Cenderawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi

MITRAPOL.com, Timika – Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/ Cenderawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi menyatakan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) melakukan penyerangan mendadak terhadap TNI yang mengakibatkan tiga prajurit gugur di Nduga, Papua, Kamis (7/3) pagi.

Tiga prajurit TNI yang gugur sebagai kusuma bangsa, atas nama Serda Mirwariyadin, Serda Yusdin dan Serda Siswanto Bayu Aji.

Pasukan TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Penegakan Hukum (Satgas Gakkum) diserang ketika sedang melaksanakan pengamanan pergeseran pasukan untuk pengamanan pembangunan infrastruktur Trans Papua Wamena- Mumugu di Nduga

“Pada saat kita diserang secara mendadak anggota kita melakukan perlawanan dan situasi berhasil kita kuasai, pasukan memukul mundur KKSB hingga melarikan diri ke hutan belantara, pada saat pukul mundur kita temukan 5 pucuk senjata, untuk identitas jenis senjata belum diketahui karena keterbatasan komunikasi,” ujar Kolonel Inf Muhammad Aidi kepada Awak Media di Markas Koramil Kota Timika, Jumat, (08/03/2019).

Selain itu ditemukan juga satu mayat dari anggota KKSB namun hingga saat ini belum bisa kita identifikasi mayat tersebut.

“Setidaknya ada 7 sampai 10 orang anggota KKSB tewas dan banyak luka-luka namun dibawa kabur oleh KKSB” Ungkap Kolonel Aidi.

Dirinya juga mengatakan penyerangan mendadak dilakukan oleh sekitar 50 hingga 70 orang kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) di Nduga, Papua terhadap pasukan TNI dengan menggunakan senjata campuran.

“Mereka (KKSB) bersenjata campuran, baik senjata standar militer maupun senjata tradisional seperti panah dan tombak,” beber Kapendam

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur telah dievakuasi ke Timika menggunakan dua unit helikopter, Jenazah sempat disemaykan di RSUD Mimika kemudian telah di pulangkan ke pihak keluarga menggunakan Pesawat Garuda memuat dua jenazah pada pukul 10:30 dengan rute Timika-Denpasar-Jakarta, rencananya satu jenazah akan diturunkan di NTB dan satu lagi akan diturunkan di wilayah Jawa Tengah

Semantara Pesawat Sriwijaya Air mengangkut satu jenazah dengan tujuan Makassar, Sulsel dan selanjutnya dibawa ke Palopo, Sulsel.

Dalam proses evakuasi dari Nduga ke Timika, helikopter yang mengangkut ketiga jenazah korban sempat mendapat serangan tembakan oleh KKSB.

Namun pasukan TNI membalas tembakan itu sehingga helikopter berhasil mendarat dan proses evakuasi dapat dilaksanakan. (AQM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *