Enam Ratus Prajurit TNI Tiba di Timika, Siap Kerjakan Proyek Trans Papua

oleh -8.434 views

MITRAPOL.com, Timika – Sebanyak 600 personil TNI telah tiba di Timika, Papua dan akan diberangkatkan menuju Kabupaten Nduga, Papua, Sabtu (09/03/2019).

Kedatangan ratusan parajurit TNI ini dalam rangka melaksanakan pengerjaan lanjutan proyek jalan Trans Papua pasca pembantaian yang menewaskan puluhan pekerja karyawan PT. Istaka Karya oleh kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) pimpinan egianus kogoya di Nduga, Papua pada 2 Desember 2018 lalu.

Loading...

Danrem 172/PWY, Kolonel Inf Jonathan Binsar P. Sianipar, diatas Kapal KRI.dr. Soeharso,990 di Timika, Papua, menyebutkan sedikitnya ada dua Satuan Tugas (Satgas) TNI berjumlah 600 personil saat ini telah tiba di Timika, Papua, dan siap untuk diberangkatkan ke lokasi dan melaksnakan pengerjaan Jalan Jembatan Trans Papua.

“Satgas pertama dari Bataliyon 341 dan Satgas kedua dari Bataliyon Sipur VII, tugas mereka intinya adalah untuk membangun jembatan Trans Papua,” kata Danrem 172/PWY Kolonel Inf Jonathan Binsar P. Sianipar.

Danrem menjelaskan yang mengerjakan proyek nanti dari bataliyon Sipur VIII dan yang mengamankan jalanya pengerjaan yakni bataliyon 431.

“Paling tidak setengah dari proyek bisa selesai di tahun 2019 ini. Mereka (Satgas) bergeser menuju dua sektor, yakni dari arah kenyam ke arah batas batu dan mumugu serta menuju mbua sampai wilayah paro, nduga Papua,” tuturnya.

Danrem menambahkan, 600 prajurit TNI ini yang hadir ini khusus untuk membangun jembatan Trans Papua, bukan untuk mengejar kelompok KKSB di hutan belantara Nduga.

“Jumlah prajurit pengamanan pekerja nantinya kami masih komunikasi lagi dengan Mabes TNI untuk menambah Personil. Sedangkan yang mengejar (KKSB) ada satuan khusus nanti di wilayah pegunungan, mereka ini khusus kerja proyek,” ujarnya.

Selain hadirnya dua satuan tugas di Timika, Papua ada juga satu SSK saat ini bergerak dari Kabupaten Wamena, Papua.

Ditempat yang sama Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/ Cenderawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi menyatakan, pihaknya akan melakukan pergeseran pasukan sampai ke titik tujuan.

“Ini dilakukan untuk mengerjakan pembangunan 21 jembatan trans papua, dalam perjalananya yang pasti TNI saling melindungi, mudah-mudahan sampai tujuan dengan aman dan tanpa hambatan,” pungkasnya.

Sebelumnya, pekerjaan sejumlah Proyek termasuk Proyek pembukaan jalan dan jembatan Trans Papua di Kabupaten Nduga terhenti, pasca pembantaian puluhan pekerja PT. Istaka Karya dari KKSB pimpinan Egianus Kogoya, atas kejadian tersebut Pekerja Istaka Karya lainya mengalami trauma dan belum berani kembali untuk bekerja sehingga TNI dipercaya mengambil alih dan melanjutkan pekerjaan 21 proyek Jembatan Trans Papua tersebut. (AQM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *