Ini Alasan Imigrasi Palembang Deportasi 20 WNA

oleh -25 views
Kepala Kantor Imigrasi Klas 1 Palembang, Hasrullah

MITRAPOL.com, Sumsel – Kepala Kantor Imigrasi Klas 1 Palembang, Hasrullah pihaknya telah mendeportasi 20 orang warga negara asing (WNA) pada Minggu (10/03/2019) lalu.

Deportasi dilakukan terhadap Cris Liong dan 19 orang lainnya karena pihak imigrasi tidak cukup bukti untuk menjerat Cris Liong dan 19 orang lainnya ke arah pidana. Terlebih, kurangnya bukti yang kuat untuk melanjutkan berkas ke proses hukum selanjutnya.

Loading...

“Mereka ini memang membuka praktek terapi pijat, namun tidak mengambil biaya. Ada uang yang diberikan pasien, tetapi disumbangkan untuk sosial di negaranya. Sehingga sulit dibuktikan,” jelas Kepala Kantor Imigrasi Klas 1 Palembang, Hasrullah, didampingi Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Kantor Imigrasi Palembang, Raja Ulul Azmi, Selasa (12/03/2019).

Dari proses penyelidikan yang awalnya diduga kuat melakukan tindakan komersil, tidak bisa dibuktikan.

“Hasil rapat yang dilakukan Kantor Imigrasi Klas 1 Palembang terhadap Cris Liong dan 19 orang lainnya dan sudah sesuai prosedur hukum yang ada, mereka tidak bisa dikenakan pidana dan harus dilakukan penghentian penyidikan. Dengan penghentian penyidikan, secara otomatis tidak dapat dilakukan penahanan. Karena tidak dapat dilakukan penahanan, mereka harus di deportasi ke negara asal mereka,” tuturnya.

Sambung Hasrullah, tidak ada intervensi, karena memang sulit pembuktian komersilnya.

“Sejak ditahan pada tanggal 15 Januari hingga 8 Maret lalu, mereka selalu kooperatif dalam pemeriksaan. Karena di SP3, kami juga telah mengirim surat ke pihak kejaksaan mengenai SP3 ini,” tuturnya.

Terkait visa yang digunakan oleh Cris Liong dan 19 orang lainnya, dijelaskan bila visa yang digunakan adalah visa kunjungan wisata.

Visa kunjungan wisata ini, dapat digunakan untuk berwisata, kunjungan pemerintahan, kegiatan sosial, dan kunjungan jurnalis.

“Mereka menggunakan visa wisata untuk melakukan kegiatan sosial. Jadi bukan untuk kepentingan pribadi mereka, dan hasilnya juga mereka tidak mengetahui,” pungkasnya. (Adri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *