Kekecewaan Warga Terkait Dana APBDes 2018, Kades Penungkiren Membantah

oleh -105 views

MITRAPOL.com, Deli Serdang – APBDes 2018 desa Penungkiran kecamatan STM Hilir kabupaten Deli Serdang mencapai 1.053.453.000,- meliputi dari a: PAD Rp. 500.000,- Dana Desa Rp. 669.368.000,- Bago Hasil Pajak Daerah Rp. 53.980.000,- ( Rp. 1.053.453.000,-)

Menindaklanjuti pemberitaan mitrapol.com dengan judul “Warga Desa Penungkiren STM Hilir Resah, Warga Dusun II Terancam Menderita”, Mitrapol.com menemui Kepala Desa Penungkiren PS dikediamannya di Dusun II Sabtu (09/03/2019) pukul 18.10 Wib.

Loading...

PS mengatakan kepada awak media, saya sangat menyesalkan mengapa pemberitaan yang menurutnya tidak seperti yang sudah ditayangkan, Pipanisasi telah dikerjakan sesuai prosedur dan tim ahli sudah meninjau langsung dan menyatakan layak untuk disalurkan ke Dusun I, penyaluran itu tidak mempengaruhi proses perjalanan air ke Dusun II.

Ditambahkannya, begitu juga ukuran pipa air yang selama ini untuk mengalirkan / menghubungkan ke Dusun II sangat kecil dan sudah lama sehingga patut diganti dengan yang baru dan debet volume diameter besarnya pipa ditambah menjadi lebih besar lagi dengan tujuan agar masyarakat dusun I, II, Desa Penungkiren akan menikmati pasilitas air bersih dan tidak di Komersilkan. Ujar Kades.

Dana Pipanisasi air yang mencapai Rp. 900.000.000,- diambil dari anggaran Dana Desa sebesar Rp. 500 juta lebih dan bantuan dari PAMSIMAS sekitar Rp. 350.000.000,- namun hingga Maret 2019 pekerjaan tersebut belum selesai dikerjakan dengan alasan Desa menerima kucuran dana APBDes 2018 yang lalu pada bulan Nopember atau Desember 2018 sehingga taksasi pengerjaan tidak dapat di selesaikan, namun dana pipanisasi tetap kami ambil dan kami belanjakan mengingat untuk menghindari sanksi bila APBDes terdapat dana yang di Silpakan mencapai 31% maka desa akan kehilangan/pengurangan dana di tahun 2019 ini sebesar dana yang disilpakan tahun 2018.

Hal ini telah dibicarakan oleh Kades dengan bagian PMD tingkat II Deli Serdang yang memiliki nama marga R memberikan izin secara lisan untuk mengambil dan membelanjakan pipa air tersebut agar terhindar dari sanksi, sehingga dana APBDes 2018 habis digunakan tanpa ada yang di silpakan ataupun tidak ada penghematan dana serta pipanisasi ini tetap akan kami selesaikan sesuai permintaan masyarakat yang setuju dengan program ini ” jelas Kades.

Masih tanggapan PS Kepala Desa Penungkiren “Musrenbang yang dilaksanakan selama ini, masyarakat selalu diundang dan menghadirinya tetapi usulan yang dikatakan warga banyak yang tidak tepat sasaran sehingga permintaan tidak dapat dikabulkan.

selanjutnya dalam hal biaya administrasi surat-surat yang dibutuhkan warga, saya sudah menggratiskan bahkan sampai surat izin menikah juga gratis jadi yang dikatakan warga bahwa ada biaya pembuatan surat keterangan, KTP, Kartu Keluarga dan Akte Kelahiran itu tidak benar.

Sementara tentang kegiatan Warga dalam hal pembinaan pemberdayaan masyarakat menurut Ibu ketua PKK (istri kades) kegiatan-kegiatan itu ada kami lakukan namun setiap waktu yang telah ditentukan untuk pelatihan warga tidak ada yang datang. Tegasnya.

Mitrapol.com mempertanyakan tentang pembuatan tugu selamat datang ke dusun III dan dusun II desa Penungkiren dengan menggunakan dana APBDes 2018 sebesar Rp 29.980.000,- dengan volume L. 1 mtrx P. 1,05 mtr x T2, 05 mtr, masyarakat yang tidak bersedia menyebutkan namanya mengatakan ” Tugu selamat datang sekecil ini mengapa besar sekali dananya, saya yaqin diduga kepala desa Penungkiren tidak benar dan sudah mempermainkan dana tugu ini ” jengkelnya

PS selaku kepala desa menjawab pertanyaan itu, “bahwa biaya pembangunan tugu itu benar nencapai 20 juta lebih dan yang membuatnya makah adalah dikarenakan harga relief tulisan itu yang mahal.” Jawabnya.

Sy. Anwar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *