Massa Mulai Meninggalkan KPU Setelah Polisi Menembakan Gas Air Mata

oleh -49 views

MITRAPOL.com, Lampung Barat – Mengantisipasi dan menanggulangi anarkisme menjelang pemilu 2019, anggota Jajaran Polres Lampung Barat mengelar Sispam Kota, Hal itu di gelar sebagai latihan kesigapan anggota agar siap siaga dan tahu apa yang harus diperbuat saat ada situasi yang genting.

Kegiatan digelar di Lapangan Pemda Lampung Barat dan dihadiri Forkopimda Lampung Barat, Ketua KPU, Kasdim 0422 Lampung Barat, Bawaslu, dan tamu undangan lainnya kurang lebih 60 orang dan di ikuti anggota yang terlibat dalam latihan sispam kota dari polres dan Polsek Jajaran serta Linmas. Rabu (13/03/2019).

saat latihan ada beberapa adegan latihan tentang bagaimana pengamanan pihak kepolisian. Terutama untuk mengatasi kerusuhan yang kemungkinan akan terjadi pada saat pelaksanaan Pemilu pada 17 April mendatang.

 

Ratusan personel kepolisian turun dalam Sispam Kota kali ini, mulai dari pendistribusian kotak suara hingga ke TPS, diasumsi saat berlangsung pencoblosan di TPS, terdapat warga yang protes, karena tidak masuk dalam DPT memaksa untuk memilih, selesai pemungutan suara kotak suara di bawa kekantor PPK namun dalam perjalanan terjadi penghadangan kotak suara oleh orang yang tidak di kenal berusaha merampas kotaksuara.

selanjutnya tim resmob langsung menuju TKP dan melakukan pengejaran dan menagkap pelakunya dengan menggunakan teknik beladiri Polri dan ahirnya pelaku dapat di lumpuhkan dan di bawa kepolsek untuk pemeriksaan.

sedangkan unit tangkal menyerahkan kotak suara yang masih tersegel kepada petugas TPS, dan melakukan pengawalan kotak suara hingga ke PPK, setelah dilaksanakan sidang pleno kotak suara kembali di kawal menuju kantor KPU untuk di lakukan penghitungan suara.

pada saat penghitungan suara kasat intel mendapat informasi akan terjadi gejolak massa kekantor KPU Kabupaten, kurang lebih 500 orang berkumpul di lapangan kecamatan sukau, sedangkan massa lain yang tidak masuk DPT di perkirakan berjumlah 1000 orang dengan titik kumpul di lapangan balik bukit.

selanjutnya pasukan dalmas awal mengamankan situasi di kantor KPU, dan tim negosiator berada di depan dalmas awal, dan massa awal mulai berdatangan dan meneriakan orasinya, dan tim negosiator melakukan negosiasi dengan massa namun massa terus bertambah.

selanjutnya kabag Ops berkoordinasi dengan kasat sabhara untuk menambah penebalan pasukan dengan dalmas inti, dan massa mulai melempar petugas dan himbauan danton dalmas tidak didengarkan dan massa membakar ban situasi semakin tidak terkendali dan anarkis akhirnya petugas menggerakan kendaraan watercanon penyemprot air ke arah massa, masa mulai kocar kacir dan meninggalkan kantor KPU setelah petugas menembakan gas air mata.

dikatakan Kapolres Lampung Barat AKBP Doni Wahyudi,S.IK. saat mengambil apel Konsolidasi mengatakan,”saya sangat mengapresiasi kegiatan yang sudah dilaksanakan dengan lancar aman dan terkendali. kira-kira demikian lah untuk pelaksanaan dari tahapan-tahapan kemudian adanya kejadian di TPS dan di KPU puncak likmatnya di KPU kemudian kita bisa langkah awal dari dalmas awal hingga dalmas inti di perkuat.” Terang Kapolres.

Itu semua langkah-langkah sesuai SOP yang ada ini adalah simulasi “semoga apa yang di simulasikan ini tidak terjadi di wilayah kita dan pemilu dapat berjalan dengan aman, damai dan sejuk. dan masih banyak rangkaian kegiatan kita yang akan kita laksanakan salah satunya doa bersama atau istiqosah sehingga pada saatnya nanti pemilu dapat berjalan aman dan damai ini semua demi NKRI.” Pungkas Kapolres.

 

Deni Andestia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *