Bantuan UPPO untuk Kelompok Tani Suko Sejahtera Jadi Lahan Empuk Sejumlah Oknum

oleh -258 views

MITRAPOL.com, Lampung Barat – Pemanfaatan Bantuan Pengembangan Unit Pengolah Pupuk Organik (UPPO) dimaksudkan sebagai sarana untuk memfasilitasi petani/Kelompok Tani Ternak di tingkat Desa untuk dapat melaksanakan penggunaan pupuk organik di lahan sawah dalam upaya perbaikan kesuburan tanah sawah, meningkatkan taraf hidup petani/Kelompok Tani Ternak beserta anggotanya serta menanggulangi permasalahan pertanian.

Bantuan Pengembangan Unit Pengolah Pupuk Organik (UPPO) merupakan suatu harapan besar bagi Kelompok Tani Ternak bahwa ini merupakan kegiatan yang sangat membantu anggota kelompok dalam mengembangkan programnya sesuai dengan wawasan Kelompok Tani Ternak untuk mencapai hasil yang maksimal.

Dengan adanya Bantuan Pengembangan Unit Pengolah Pupuk Organik (UPPO) yang termasuk di dalamnya Pengadaan Alat Pengolah Pupuk Organik ini mudah-mudahan petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Ternak di Desa menjadi petani yang bisa diandalkan yang turut mendukung program pemerintah.

Namun sayangnya hal tersebut belum dirasakan oleh kelompok Tani Suko Sejahtera, di Kecamatan Sekincau, Kabupaten Lampung Barat, Kelompok Penerima Bantuan UPPO Pada Tahun 2018.

Menurut keterangan Ketua Kelompok Tani Suko Sejahtera, pada tahun 2018 Kelompoknya mendapatkan Bantuan UPPO senilai 200 juta rupiah untuk pembuatan gidang Kompos, peprosesan pengelola kompos, mesin pencacah rumput, pembuatan kandang untuk ternak sapi sebanyak 6 ekor, obat obatan dan kebutuhan lainnya.

Bantuan yang seharusnya bisa dikelola oleh kelompok penerima bantuan, justeru menjadi beban Kelompok Tani. Pasalnya, bantuan tersebut diduga hanya sebagai formalitas belaka dan menjadi lahan empuk bagi sejumlah oknum tak bertanggung jawab.

Saat Mitrapol konfirmasi kepada Ketua Kelompok Suko Tani Sejahtera di Kecamatan Sekincau, ternyata banyak hal yang merugikan kelompok tani.

Salah satunya pendirian bangunan gudang kompos berikut kandang sapi berada di Balai Benih Induk yang merupakan badan instansi pemerintah yang ada di Kecamatan Sekincau dan yang lebih anehnya bantuan sapinya itu hanya diberikan untuk kelompok Sebanyak 2 ekor sapi dan untuk ke BBI ( balai benih induk ) medapatkan 4 ekor dari bantuan tersebut.

Awalnya Wasis sekitar Pukul 16.00 WBI Di telpon oleh pak Gunarso selaku PPL Suoh. Usai mendapat telepon, Wasis bergegas Ke Balai Benih Ikan (BBI) Karena Dalam percakapannya kelompok di tawarkan Bantuan Sapi.

Saat wasis tiba di BBI, Gunarso Menawarkan Bantuan sapi tersebut Kepada Wasis, “Pak, Kelompok Bapak mau sapi gak? Tapi Cuman 6 ekor,nanti yang 2 ekor untuk Kelompok Dan Yang 4 ekor Untuk BBI.”

Lalu Wasis menjawab, “Siapa Toh yang ngga mau”,

Menurut Wasis, bantuan tersebut tidak melalui pengajuan, hanya dengan Kesiapan kelompok, bantuan tersebut bisa didapatkan. “Siapa toh yang ngak mau, tanpa melalui pengajuan kelompok langsung dapat bantuan sapi,” cetus wasis selaku ketua kelompok tani Suko Sejahtera.

Lebih lanjut ia menambahkan, “Awalnya Kami sangat senang karena mendapatkan bantuan tersebut, tetapi ke sininya kok bantuan itu kelompok hanya kebagian 2 ekor sapi, malah BBI yang dapet 4, dan lokasi pembangunan juga itu di lahan BBI,” ungkapnya penuh kecewa.

Dirinya berharap agar pihak terkait menindak lanjuti dugaan ketimpangan dalam program Bantuan UPPO yang dialokasikan ke Kelompok Tani Suko Sejahtera. (Sumber FPII Korwil Lambar/Deni Andestia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *