Kapolri Sebut Pelaku Bom Sibolga Pelajari Cara Buat Bom di Situs Radikal

oleh -45 views
Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian

MITRAPOL.com, Padang – Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, pelaku bom Sibolga mempelajari secara online atau dalam jaringan (daring) tentang bagaimana cara membuat atau merakit bom.

“Mereka seperti serigala yang berjalan sendirian mencari mangsa. Mereka tidak memiliki jaringan yang luas namun memperkaya pengetahuan melalui situs radikal,” ujar Kapolri dalam orasi di Konvensi Nasional Pendidikan Nasional (Konaspi) IX di Padang, Sumatera Barat, Kamis (14/03/2019).

Menurut pengakuan dari suaminya, lanjut Kapolri, pelaku bom Sibolga Soimah mempercayai bahwa bom bunuh diri merupakan jalan cepat menuju surga.

“Suami pelaku mengatakan bahwa istrinya lebih radikal daripada dirinya, bahkan dapat membuat bom,” kata Kapolri

Menurut dia pengungkapan ini berawal dari penangkapan seorang ibu di Lampung, dia memberikan informasi bahwa ada temannya yang juga memiliki bom di Sibolga.

Pihaknya langsung mengirimkan anggota untuk menangkap pelaku ke Sibolga, sesampai di lokasi petugas menangkap suaminya.

Dia mengatakan di dalam rumah ada anak dan istrinya namun ia melarang petugas masuk ke rumahnya karena istrinya memasang kawat di sekeliling rumahnya.

“Ada delapan bom yang ada di sana dan tiga meledak dan mengenai petugas,”katanya.

Ia mengatakan inilah yang menjadi tugas bersama agar menyadarkan bahwa bunuh diri bukanlah jalan cepat menuju surga.

Sebelumnya Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto mengungkapkan identitas pelaku bom bunuh diri yang terjadi Rabu (13/3/2019) dini hari di Sibolga, bernama Solimah, jenis kelamin perempuan, berasal dari Kota Padangsidimpuan.

“Sebagian tubuh korban hancur dan serpihan tubuhnya masih tertinggal di lokasi ledakan. Karena tubuh korban terpental sekitar 70 meter dari rumahnya, maka tim DVI masih bekerja untuk memastikan apakah masih ada bagian tubuh yang lain. Dan hasil sementara bagian tubuh yang ditemukan itu tubuh orang dewasa. Itu dapat dilihat dari tulang dan potongan tubuh yang tersisa,” sebut dia.

Sementara itu informasi yang diperoleh dari masyarakat sekitar menyebutkan bahwa kehidupan pasangan suami istri ini berubah setelah kepulangan mereka beberapa tahun lalu dari Pulau Jawa. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *