Orang Tua Siswa MTsN 7 Kuningan Keluhkan Biaya Study Tour

oleh -46 views

MITRAPOL.com, Kuningan – Mengacu kepada Perpres 87/2016 tentang Sapu Bersih Pungutan Liar (pungli) menyebutkan ada 58 kategori pungli di lingkungan sekolah. Pada point yang ke 7 ragam pungli itu tertulis uang study tour. Yang artinya, sekolah dilarang lakukan pungutan untuk biaya study tour.

Namun apa yang terjadi di MTs Negeri Kuningan sangat bertolak belakang dengan perpres tersebut.
Di mana biaya kegiatan study tour par siswa MTSN 7 Kuningan Jawa Barat dibebankan kepada siswa.

Loading...

Apalagi biaya yang dibebankan kepada siswa kelas 8 MTSN 7 kuningan cukup fantastis, yakni sebesar Rp 550 ribu persiswa, sehingga membuat beberapa orang tua siswa yang tergolong kurang mampu mengeluh.

Ditambah biaya study yang di pungut dari siswa sebesar Rp 550 ribu persiswa oleh MTSN 7 kuningan ada kelebihan, kelebihan hasil pungutan itu dialokasikan untuk mushola MTSN 7 kuningan dan untuk upah panitia sebesar Rp 100 ribu sampai Rp 150 ribu.

Dilanjut ada uang pengembalian kepada 5 siswa lantaran tidak mengikuti study tour, namun anehnya pengembalian uang itu tidak semunya di kembalikan dengan nominal penuh, hanya kepada satu orang siswa dikembalikan secara penuh, sisa 4 siswanya di kembalikan hanya sekitar 50% nya.

Polemik Kegiatan study tour kelas 8 MTSN 7 Kuningan ini dilaksanakan pada hari sabtu sampai hari senin sehingga kegiatan belajar mengajar (KBM) kelas 8 jelas di hentikan, hal ini juga bisa memicu kecemburuan siswa kelas 7 dan kelas 9, siswa kelas 8 sedang asik study tour sedangkan siswa kelas 7 dan 9 masih tetap menjalankan aktifitas KBM disekolah.

Hal ini dijelaskan oleh Ketua Alius, Wakasek kesiswaan Edi Yana dan Wakasek Kurikulum Kosasih, “Kegiatan study tour siswa kelas 8 ke Jogja pada hari sabtu (09/03) sampai hari senin (11/03) memang biayanya dibebankan kepada siswa kelas 8 sebanyak 288 siswa, biaya yang dibebankan kepada siswa sebesar Rp 550 ribu/siswa, hal ini sudah kesepakatan atara pihak sekolah, komite sekolah dan orang tua siswa, memang ada kelebihan anggaran, kelebihan itu dialokasikan untuk mushola sebesar Rp 1 juta dan upah panitia kisaran 100 ribu sampai 150 ribu,” paparnya.

Ditambahkannya, “Ada 5 siswa tidak mengikuti kegiatan study tour namun kami mengembalikan uang tersebut, kepada satu siswa dikembalikan dengan keadan full Rp 550 ribu, kepada 4 siswanya dikembalikan 50%nya saja.”

“Mengenai kegiatan study tour bukan di hari libur namun di hari sabtu sampai senin pihak kami sudah mendapatkan rekomendasi ijin dari Depag Kuningan,” jelasnya. (Dede S)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *