Penyakit Masyarakat Menjamur di Pantai Laba Labuan, Pemkab Pandeglang Tutup Mata

by -664 views

MITRAPOL.com, Pandeglang – Warung remang-remang di kawasan pantai Laba desa Cigondang kecamatan Labuan-Pandeglang sudah bisa dikatakan sempat menghilang pada tahun lalu sejak dirazia oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) yang bergabung dengan element masyarakat, TNI dan Polri.

Namun kini di Pantai Laba ini marak kembali warung reman- remang yang menyediakan minuman keras yang disertai perempuan penghibur bahkan ada juga wanita Pekerja Seks Komersial (PSK).

Loading...

“Tentunya semua itu karena lemahnya pihak petugas Ketentraman dan Ketertiban (trantib) kabupaten Pandeglang, khususnya Trantib kecamatan labuan, sehingga marak kembali merebaknya penyakit masyarakat di tempat tersebut,” kata Kepala Bidang Penelitian & Pengembangan (LITBANG) DPD LSM GEMPITA Pandeglang, Rudi kepada Mitrapol, Sabtu (15/03/2019).

Masih kata Rudi, “Hasil obrolan saya dengan perempuan penghibur di tempat itu, bahwa harga Bir putih Rata-rata Rp. 80.000, Bir hitam Rp. 120.000, Kolesom Rp. 90.000 dan Rokok Sampurna Mild Rp. 30.000. Sementara boking perempuan dengan harga Rata-rata Rp. 500.000 untuk shortime,”

Begitu mahalnya minuman serta Rokok yang dijual di tempat itu, selain memicu merebaknya penyakit masyarakat, tentu saja di tempat tersebut sangat merogoh kantong para pengujung.paparnya

Bahkan Rudi juga mengatakan, maraknya sarang tersebut terkesan akibat pembiaran dan dianggap tutup mata dari Trantib di kabupaten Pandeglang, dan para pihak pengayom Masyarakat khususnya.

“Jika semua pihak (pengayom masyarakat) menjalankan tugasnya, tentu saja hal tersebut akan terkontrol dengan baik serta tidak akan semakin maraknya sarang penyakit Masyarakat seperti diwilayah Laba ini,” ujarnya.

“Tidak mungkin para petugas pengayom masyarakat tidak mengetahui situasi serta kondisi di pantai Laba siang maupun malam hari, jika para pengayom tersebut bekerja sebagaimana mestinya, hal ini menjadi sebuah teka teki, apakah mungkin para pengayom masyarakat sengaja membiarkan maraknya tempat atau sarang penayakit masyarakat itu, atau ada madu dibalik semua itu, Wallahu’alamu bishawab,” tutupnya. (Royen S)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *