Seorang Guru SD di Lampung Tengah Diduga Gunakan Ijazah Palsu

oleh -110 views

MITRAPOL.com, Lampung Tengah – Sandiwara Siti Nurfatimah yang diduga menggunakan ijazah palsu terbongkar setelah puluhan tahun. Siti diduga menggunakan ijazah milik Sumiyem untuk melanjutkan sekolahnya ke jenjang yang lebih tinggi.

Kebohongan Siti Nurfatimah ini terungkap dari keterangan narasumber yang bernama Sumiyem warga Dusun 3, Kampung Srisawahan, Kec. Punggur, Kab. Lampung Tengah, Provinsi Lampung.

Kepada tim media, Sumiyem menceritakan kronologi sekitar tahun 70an saya bersekolah di madrasah ibtidaiyah di Kota Metro, pada saat kelulusan Siti Nurfatimah (Sumiyem palsu) tidak lulus , pada saat itu tiba-tiba (Sumiyem palsu) datang ke rumah dengan nada memelas dia ingin meminjam ijasah saya karena dia ingin melanjutkan ke jenjang menegah pertama dengan nada sangat keras saya menolak karena itu ijasah saya mas,” tutur Samiyem asli kepada awak media baru-baru ini.

Menurutnya, keinginan Siti Nurfatimah untuk meminjam ijasah miliknya sangatlah kuat. “Saya merasa iba tapi dengan 1 persyaratan setelah pinjam pulangin, saat itu saya diberi uang 500 ratus perak pada tahun 70-an,” ujar Sumiyem.

Sumiyem juga menambahkan, setelah berjalannya waktu saya (Sumiyem asli) menikah dan saya tidak tau kabar Siti Nurfatimah itu, hingga terdengar kabar dari tetangga bahwa Siti Nurfatimah diangkat menjadi PNS guru, tapi yang janggal kenapa memakai nama saya, jelas nama Sariyem dan binti nama bapak , alamat saya semua,” jelasnya.

“Jadi saya coba menemui ibu Siti Nurfatimah di kediamannya dengan berlaga bego dan lupa kalau kenal saya. Malah saya dijanjikan dibelikan motor, tapi hingga saat ini mana janji tinggal janji,” keluhnya.

“Saya siap bikin surat pernyataan diatas materai apabila nanti ibu Siti itu tidak mengakui bahwa dia pinjam ijasah saya, saya siap,” tegasnya.

Dihari yang sama tim investigasi melakukan cross chekc terkait keterangan ibu Samiyem dan menemui Siti Nurfatimah (Samiyem palsu) dikediamannya di Kampung Purworejo, Kec. Kota Gajah, Kab. Lampung Tengah.

“Saya tidak kenal dengan ibu ini dan saya pakai ijasah saya, terkait nama Siti Nurfatimah itu nama kecil saya, saya tidak pakai ijasah palsu,” ujar Siti membantah.

Tabir kebohongan ini sangat jelas terungkap pada data disduk capil Lamteng, jelas satu nama dua orang pemakai nama yang sama. Keteledoran ini melibatkan BKD, disdikbud, camat, kepala kampung setempat. (Tim/Lami)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *