Polisi Sebut Video Modus Penjualan Organ Tubuh di WTC Mangga Dua Hoax

oleh -58 views

MITRAPOL.com, Jakarta – Video modus pembiusan dan pembekapan di toilet lantai LG gedung WTC mangga dua beberapa waktu lalu sempat viral di media sosial, kasus tersebut ditangani pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Pademangan.

Press Conference ungkap kasus diduga pembiusan yang terjadi di Toilet Gedung WTC Mangga Dua, Pademangan, Jakarta Utara dipimpin Kapolsek Pademangan Kompol Yulianthy, SH, MH didampingi Kanit Reskrim Polsek Pademangan AKP Made Gede Oka Utama, SH, SIK, Panit Reskrim Iptu Asman Hadi, SH, MH beserta anggotanya Pada hari Sabtu tanggal 16 Maret 2019 pukul 16.30 Wib bertempat di Halaman Polsek Pademangan.

“Bahwa Pada hari jumat tanggal 15 Maret 2019 sekitar pukul 16.30 wib setelah mendapat laporan dari pihak keamanan WTC Mangga Dua, anggota Reskrim Polsek Pademangan dibawah pimpinan Iptu Asman Hadi, SH, MH mendatangi Kantor keamanan WTC Mangga Dua dan langsung mengamankan terduga pelaku berinisial SJ yang membekap sdri. SDE menggunakan handuk kecil warna putih di toilet lantai LG WTC Mangga Dua,”” ujar Kapolsek Pademangan menjelaskan.

Sambung Kapolsek “Dari hasil interogasi pelaku SJ melakukan pembekapan karena cemburu terhadap korban, mengingat pelaku memiliki hubungan spesial dengan suami korban yang juga merupakan teman sekolah SMA di Bangka Belitung”

Kanit Reskrim Polsek Pademangan menambahkan “Kasus ini bukan merupakan kasus pembiusan seperti yang yang diberitakan media sosial @lambeturah melainkan hanya pembekapan dengan handuk putih yang tidak ada biusnya, selain ini cairan didalam alat suntik merupakan cairan kosmetik bukan cairan bius”.

Pihak kepolisian Polsek Pademangan Polres Metro Jakarta Utara telah menghimbau korban Sdri. SDE untuk membuat laporan polisi agar pelaku dapat diproses sesuai hukum yang berlaku, Namun korban Sdri. SDE tidak ingin membuat laporan polisi dengan alasan telah memiliki 5 (lima) orang anak hasil pernikahan dengan suami korban, sehingga kejadian tersebut diselesaikan secara kekeluargaan dengan dibuatkan surat pernyataan yang dibuat pelaku Sdri. SJ dan ditanda tangani diatas materai 6000 dan dihadiri oleh suami kedua belah pihak, sehingga kasus tersebut ditutup. (BS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *