Soal STNK Khusus Kawasan Sabang, Ini Penjelasan Pihak Dealer

oleh -279 views
Salah satu diler sepeda motor di Kota Sabang

MITRAPOL.com, Sabang – Adanya informasi dari salah satu warga di Kota Sabang yang menyebutkan bahwa kendaraan roda dua yang dibeli di dealer Kota Sabang nantinya kendaraan tersebut tidak boleh dibawa keluar dari Sabang, menjadi bahan perbincangan.

Hal ini dikarenakan STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan) kendaraan baru akan distempel tulisan “KHUSUS KAWASAN SABANG”.

Saat Mitrapol.com mencoba cari keterangan yang lebih akurat ke salah satu dealer kendaraan roda dua yang ada di Sabang, Pihak dealer menjelaskan kepada Mitrapol.com, bahwa info tersebut benar adanya.

“Harga pembelian kendaraannya tetap sama seperti biasa tidak ada perbedaan, hanya saja pajak tahunannya tidak perlu bayar lagi,” kata Julianto Pimpinan salah satu dealer sepeda motor kepada Mitrapol baru-baru ini.

Pihak dealer mengaku sudah menjual empat unit sepeda motor kepada konsumen, yang khusus kawasan Sabang. “Konsumen sudah dijelaskan, bahwa kendaraannya tidak bayar pajak tahunan hanya saja STNK nya diberi tulisan Khusus Wilayah Sabang,” ungkap pihak dealer.

Namun pihak dealer selama ini tidak menjual lagi kendaraan yang khusus pabean Sabang, dikarenakan Formulir dari Bea Cukai belum ada kejelasan yaitu Formulir SKPKB (Surat Keterangan Pemasukan Kendaraan Bermotor), dan pihak bea cukai pun belum memberikan kepada dealer, karena Formulir SKPKB itulah nantinya akan dilampirkan untuk pengurusan STNK ke Samsat.

“Dan juga warga Sabang pada mengeluh, karena harga belinya tidak ada perbedaan, maunya kalau Khusus Wilayah Sabang yang bebas bea masuk, tentu harganya lebih murah,” katanya.

Menurut Julianto, seharusnya pihak Bea Cukai harus duduk dulu dengan Pihak-pihak terkait dalam hal ini BPKS, Samsat, supaya tidak terjadi diskomunikasi.

“Dan kepada konsumen yang sudah membeli kendaraan yang khusus sabang tersebut tetap harus bayar pajak tahunan, jika ini belum ada kejelasan, pihak dealer akan membuat aturan normal seperti biasa dan pihak Bea Cukai tidak bisa juga menahan,” tegas Julianto. (Bukhari)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *