Gagal Perkosa Korbannya, Dua Pelaku Perampokan Diringkus Polisi

by -36 views

MITRAPOL.com, Sumsel – Jajaran Ditreskrimum Polda Sumsel berhasil mengamankan dua orang tersangka perampokan disertai kasus dugaan upaya pemerkosaan terhadap bidan Y (25) di Ogan Ilir, Sumsel.

Dari data yang berhasil dihimpun, selama kurang lebih satu bulan akhirnya pihak kepolisian daerah Sumsel berhasil menangkap kedua tersangka berinisial R (29), warga Desa Simpang Pelabuhan Dalam Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir, dan M (31), warga Dusun I Desa Muara Dua Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir.

Loading...

Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Drs Zulkarnain Adinegara, mengatakan bahwa penangkapan bermula dari penyelidikan Ditreskrimum Polda Sumsel, dimana mendeteksi keberadaan handphone milik korban.

“Kami mengecek melalui imei nya. Dan benar walaupun telah berganti nomor,” ujar Kapolda Sumsel saat gelar perkara di Mapolda Sumsel, Senin (18/03/2019).

Tersangka R sempat berusaha kabur saat akan ditangkap, sehingga tim memberi tindakan tegas terukur di kaki tersangka untuk melumpuhkannya.

“Barang bukti yang kami sita yaitu kain untuk menutup mulut korban agar tidak berteriak,” tuturnya.

Lebih lanjut Zulkarnain menjelaskan, dari hasil penyelidikan dan investigasi Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor), memang tidak ada bukti atau tanda dilakukan pemerkosaan. Seperti, tidak ditemukan sperma di tubuh korban. Jika memang kasus tersebut pemerkosaan, seharusnya ada tanda-tanda tersebut.

Pihaknya menyimpulkan ada dugaan jika dilakukan menggunakan alat keras sehingga tidak ada tanda-tanda pemerkosaan.

“Ternyata benar, tersangka menggunakan jarinya sehingga tidak ada tanda-tanda tersebut,” terangnya.

Sementara itu, menurut keterangan tersangka R, dirinya spontan melakukan aksi bejatnya tersebut.

“Bermula saat akan pulang ke rumah. Saat itu tengah hujan deras sehingga muncul niat untuk melakukan perampokan di Poskesdes di Ogan Ilir,” kata tersangka R.

Dirinya pun masuk ke Poskesdes dengan mencongkel jendela menggunakan besi yang ada di sekitar lokasi.

“Saat saya masuk, saya tinggalkan sendal saya diluar, pak. Biar tidak kotor lantai di dalamnya,” tambahnya.

Lanjut tersangka R, dirinya kemudian melihat korban tengah tertidur di dekat anaknya sehingga muncul niat untuk memperkosa korban. Kemudian, dirinya pun berusaha ingin melakukan aksinya. Namun, anak korban menangis sehingga korban terbangun. Dirinya yang terkejut pun langsung memukul korban dan menutup mulut korban dengan kain agar tidak berteriak, hingga akhirnya korban pun pingsan.

“Saya hanya memasukkan jari tengah, pak. Anak korban yang tidak berhenti menangis membuat saya ketakutan. Dan langsung mengambil handphone korban serta uang sebesar Rp 400 ribu dan melarikan diri. Saya takut ketahuan, jadi langsung kabur,” tutupnya.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami trauma serta beberapa barang berharga dibawa tersangka.

Tersangka dikenakan pasal 365 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan kekerasan. Namun pihak kepolisian masih berkoordinasi dengan jaksa apakah nantinya akan diakumulasikan dengan kasus upaya pemerkosaan. (Adri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *