Sudah Disegel, Pembangunan Rumah Tinggal di Pluit Masih Berlanjut

oleh -58 views

MITRAPOL.com, Jakarta – Proyek pembangunan rumah tinggal di Jalan Pluit Permai No 34 Blok G kav 27, Jakarta Utara tetap berlanjut meskipun sudah dipasang pengumuman segel di lokasi proyek, Senin (18/03/2019).

Kondisi ini tentu saja dipertanyakan. Diduga ‘ada main mata’ antara pihak-pihak terkait dengan empunya pemilik bangunan. Pasalnya, jika suatu proyek sudah terpasang pengumuman disegel, otomatis pengerjaan proyek pembangunan juga dihentikan.

Loading...

Diduga ada oknum Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Pertanahan Kota administrasi Jakarta Utara, tingkat kecamatan yang bermain dalam masalah ini.

Pantauan Mitrapol di lokasi, bangunan dengan Ijin tinggal berlantai 3 ini tidak sesuai dengan kondisi bangunan. Kondisi fisik bangunan terlihat 4 lantai dan akan naik 5 lantai dengan spek ruangan seperti konsep tempat usaha showroom mobil.

Proyek itu terlihat tidak sesuai dengan ijin IMB yang tertulis di Papan Proyek, ijin yang tertulis, no /tgl IMB , 009/ C.37c 31.72.01/-1.785.51/2017, Jenis kegiatan Rumah tinggal berlantai 3.

Bangunan yang saat ini tersegel masih berjalan untuk proses pembangunan terlihat jelas ada spanduk berwarna merah dengan tulisan bangunan ini disegel karna pemilik melanggar Perda Nomor 1 Tahun 2014 peraturan Nomor 7 Tahun 2010 serta peraturan Gubernur Nomor 128 Tahun 2018.

Didalam spanduk berwarna merah itu pun tertulis Jelas, Barang siapa dengan sengaja memutus, membuang atau merusak penyegelan suatu benda oleh atau atas nama penguasa umum yang berwenang atau dengan cara lain menggagalkan penutupan dengan segel diancam dengan Pidana Penjara 2 Tahun 8 bulan. ( Pasal 232 KUHP )

Pengawasan pembangunan di wilayah penjaringan seolah lemah dengan adanya gratifikasi serta kordinasi antara pemilik bangunan dengan instansi terkait.

Saat dikonfirmasi ke pemilik bangunan tidak ada di tempat, “Mandor pun tidak ada,” ucap pekerja saat di temui di lokasi proyek.

“Iya mas benar ini bangunan berlantai 4 dan rencana akan naik menjadi 5 lantai bangunan ini rencananya akan menjadi tempat usaha, gak tau ya tempat usaha apa yang jelas saya hanya pekerja saja,” ujar salah seorang pekerja yang tak mau disebutkan identitasnya .

Di sisi bagian pojok sebelah kanan dari pintu masuk terlihat seperti untuk pembuatan lift.

“Memang benar itu rencana juga akan buat lift untuk bangunan tersegel dan masih ada kegiatan mas. Tanya saja ke pihak terkait saya gak tau saya hanya pekerja. Suruh kerja ya kerja,” ucapnya.

Konsep bangunan yang berdiri terkesan bukan untuk rumah tinggal melainkan untuk tempat usaha para penguasa, masih terlihat momok bahwa bangsa ini masih rentan dengan transaksi gratifikasi, pungli serta menjatuhkan martabat citra pemerintahan akibat ulah oknum pegawai negeri sipil. Yang masih suka Uang panas, yang memanfaatkan jabatan kekuasaan.

Sedangkan surat perintah bongkar (SPB) di duga sudah turun dengan Nomor 185/-1.758.1 dengan tertulis Tanggal 11- 02 – 2019. Dalam surat itu tertulis perintah bongkar sendiri dengan tenggang waktu 14 hari kerja. Terhitung dari surat perintah bongkar (SPB) tertuju, jika tak dilakukan akan dilakukan oleh pihak instansi terkait. Namun hingga kini bukan dibongkar malah sebaliknya pembangunan masih berjalan. (Shem)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *