Kongkalikong Program UPPO Untuk Kelompok Mulai Terkuak

by -124 views

MITRAPOL.com, Lampung Barat – Berdasarkan temuan hasil investigasi beberapa media yang tergabung dalam Forum Pers Independent Indonesia (FPII) Lampung Barat terkait adanya ketimpangan dalam program bantuan Unit Pengolah Pupuk Organik (UPPO) yang dialokasikan untuk kelompok Tani Suko, Tani Sejahtra pada Tahun 2018 mulai terkuak.

Sebelumnya Kelompok Tani Suko Tani Sejahtera mendapatkan bantuan Program UPPO pada tahun 2018, senilai 200 juta, dana tersebut untuk pembelian 6 ekor sapi, pembelian pakan ternak sebanyak 1 ton, pembelian sarana obat-obatan, pembuatan kandang dan pembangunan gedung mesin pencacah rumput.

Loading...

Dalam pelaksaanannya kelompok Tani Suko Tani Sejahtera bingung dengan alokasi untuk pembangunan tersebut, mengingat kelompok tani tidak memiliki lahan yang tepat, sedangkan kelompok tani melakukan kegiatan pengolahan pupuk organik yang salah satunya untuk mendukung pengembangan sayuran di komplek Unit Pengelola Bibit (UPB) Sekincau.

Kelompok Tani Suko Tani Sejahtera merasa senang dengan bantuan yang mereka terima, tanpa melalui pengajuan, mereka bisa mendapat kan bantuan UPPO untuk kelompoknya, akan tetapi kelompoknya hanya menerima 2 ekor sapi dan sisanya untuk Balai Benih Induk (BBI) yang Ada Di Kelurahan Sekincau, Kecamatan Sekincau.

 

Bantuan berawal saat ketua Kelompok Tani Suko Tani Sejahtera, Wasis ditelpon oleh Gunarso selaku PPL Suoh yang mengatakan bahwa kelopmpok taninya ditawarkan bantuan. Gunarso menawarkan bantuan sapi tersebut kepada Wasis.

“Pak, Kelompok bapak mau sapi gak ? tapi cuman 6 ekor, nanti yang 2 ekor untuk kelompok bapak dan yang 4 ekor lagi untuk BBI.” Kata Gunarso. Wasis menjawab, “Siapa toh yang ngga mau”.

Menurut Wasis, bantuan tersebut tidak melalui pengajuan, hanya dengan Kesiapan kelompok, bantuan tersebut bisa didapatkan.

“Siapa toh yang ngak mau, tanpa melalui pengajuan, kelompok langsung dapat bantuan sapi,” cetus Wasis.

Lebih lanjut ia menambahkan, “Awalnya Kami sangat senang karena mendapatkan bantuan tersebut, tetapi kesininya kok jadi bingung, kelompoknya hanya kebagian 2 ekor Sapi, BBI yang malah dapet 4, dan lokasi pembangunan juga itu di lahan BBI,” ungkapnya penuh kecewa.

Dalamhal ini Korwil FPII Lampung Barat angkat Bicara, “dengan adanya banyak ketimpangan ketimpangan dalam bantuan UPPO tersebut, Forum Pers Independent Indonesia (FPII) mengaharapkan Dinas terkait dan aparat penegak hukum untuk menindak lanjuti dugaan ketimpangan-ketimpangan yang ada di kelompok Tani Suko Tani Sejahtra, agar bantuan dapat di terima seutuhnya oleh kelompok tani dan dimasa datang tidak terjadi lagi masalah seperti ini.” Ungkap Wawan Satria selaku Korwil FPII Lambar.

Sampai pemberitaan ini diterbitkan belum ada pihak instansi pemerintah yang menanggapi pemberitaan ini.

 

FPII Lambar/Deni Andestia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *